Pilpres 2019

Bawaslu dan Panwaslu Awasi Ketat Kampanye Pilpres 2019 dan Pileg 2019

Bawaslu Rohul mengintruksikan ‎anggota Panwaslu di 16 kecamatan di Rohul untuk mengawasi ekstra ketat kampanye Pilpres 2019 dan Pileg 2019

Bawaslu dan Panwaslu Awasi Ketat Kampanye Pilpres 2019 dan Pileg 2019
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Bawaslu dan Panwaslu Awasi Ketat Kampanye Pilpres 2019 dan Pileg 2019 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rokan Hulu (Rohul), mengintruksikan ‎anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di 16 kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), untuk melakukan pengawasan ekstra ketat kampanye dan 21 hari menjelang masa tenang Pemilu 2019 yakni Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

‎Ketua Bawaslu Rohul, Fajrul Islami Damsir SH, mengungkapkan, intruksi itu telah disampaiakanya di Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengawasan Kampanye Pemilu 2019 diikuti 48 anggota Panwaslu‎ Kecamatan se-Rohul di Sekretariat Bawaslu Rohul di Pasirpangaraian,‎ Senin sore (8/10/2018).

Baca: Harga Tepung Naik, Pengusaha Mie Sagu di Meranti Menjerit

Baca: Miskardi Bawa Tim Sepakbola Popwil Riau Uji Coba ke Sumbar

"Rakornis‎ sehari turut dihadiri empat Komisioner Bawaslu Rohul lain, yakni Divisi Pencegahan dan Pengawasan Antar Lembaga Gummer Siregar, Divisi SDM dan Organisasi Alamsyah, Divisi Sengketa Yurnalis, serta Divisi‎ Data dan Hukum Fanny Ariandi," katanya, kepada Tribunrohul.com, Selasa (9/10/2018).

Fajrul Islami Damsir, yang juga Divisi Penanganan Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Rohul menerangkan, pada Rakornis seluruh Panwaslu tersebar di 16 kecamatan diharapkan mengawasi ekstra ketat kampanye Pemilu 2019 dimulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019.

"Sedangkan masa tenang Pemilu 2019 sendiri akan berlangsung selama tiga hari, yakni 14-16 April 2019, dan pemungutan suara pada 17 April 2019," uicapnya.

Diakuinya, ada 9 metode kampanye yang perlu diawasi oleh Panwaslu kecamatan, seperti‎ rapat umum atau kampanye terbuka, kampanye tertutup, kampanye tatap muka, pemasangan alat peraga kampanye, kampanye di media sosial, dan kampanye dalam bentuk lainnya.

"Selain itu, Panwaslu Kecamatan juga harus mengawasi‎ kampanye di 21 hari sebelum memasuki masa tenang,"‎ imbaunya.

Baca: Kajati Tegaskan Menerima Hibah Gedung dari Pemprov Riau, Bukan Uang

Baca: Video : Kegembiraan PSPS Cetak Gol Saat Lawan Semen Padang

Fajrul menjelaskanya, sejauh ini Bawaslu Rohul sendiri belum menemukan indikasi pelanggaran di tahapan Pemilu 2019, baru sebatas imbauan ke peserta Pemilu, sebab ada peserta yang memasang alat peraga kampanye di luar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Lebih lanjut dijelaskanya, Alat peraga kampanye yang diboleh sendiri ada dua kategori, yakni alat peraga difasilitasi KPU, serta alat peraga dicetak oleh peserta Pemilu, namun design harus dikoordinasikan dengan KPU.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved