Pelalawan

Bupati Harris Tegaskan Honorer Pemda Pelalawan yang Mencaleg Pasti Diberhentikan

Bupati Pelalawan, HM Harris, kembali menegaskan sikapnya terhadap pegawai honor yang ikut menjadi Caleg pada Pileg 2019 mendatang.

Bupati Harris Tegaskan Honorer Pemda Pelalawan yang Mencaleg Pasti Diberhentikan
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Bupati Pelalawan HM Harris 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Bupati Pelalawan, HM Harris, kembali menegaskan sikapnya terhadap pegawai honor yang ikut menjadi Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang.

Bupati Harris memastikan akan memecat para honorer yang saat ini masih bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan dan terdaftar sebagai Caleg. Sebagian Pegawai Tidak Tetap (PTT) itu aktif bekerja dan terdaftar di beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), meski namanya masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pileg tahun 2019.

Baca: Dua Atlet Riau Sumbang Emas di Asian Para Games 2018, Suparniyati: Medali Ini buat Mamak di Kampung

"Mengenai honorer yang mencaleg, kita sedang lakukan pendataan saat ini. Siapa-siapa saja orangnya," ungkap Harris kepada tribunpelalawan.com, Selasa (9/10/2018).

Bupati Harris telah memerintahkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pelalawan untuk menginventarisir ke masing-masing OPD jumlah honorer yang mencaleg melalui surat. Kemudian dicocokan dengan data yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pelalawan.

Baca: KEJADIAN LANGKA, Rusa Berkeliaran di Jalan Raya Kota Palu PascaGempa 7,4 SR

Setelah datanya didapatkan berdasarkan jumlah dan OPD tempat yang bersangkutan bekerja, langsung diberhentikan tanpa terkecuali. Apalagi Pemda sudah menyurati Kepala OPD sebelumnya terkait pemecatanan honorer yang mencaleg ini.

"Kalau udah dapat (datnya) langsung diberhentikan. Sebelumnya sudah kita surati juga," tergasnya.

Proses pemberhentian honorer yang mencaleg ini sudah dimulai sebelum penetapan DCT Pileg oleh KPU Pelalawan bulan lalu. Para honorer yang mencaleg diminta mundur dari statusnya sebagai pegawai. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help