Pekanbaru

Jangan Malu Lakukan Periksa Diri, Agar Terhindar dari Kanker

Relawan dan Survivor LPKR mengadakan sosialisasi pencegahan dan deteksi dini kanker serviks dan payudara serta Praktek senam Sadari.

Jangan Malu Lakukan Periksa Diri, Agar Terhindar dari Kanker
Istimewa
Minggu (7/10/2018) kemarin, Relawan dan Survivor LPKR mengadakan sosialisasi pencegahan dan deteksi dini kanker serviks dan payudara serta Praktek senam Sadari. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru.com: Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Minggu (7/10/2018) kemarin, Relawan dan Survivor LPKR mengadakan sosialisasi pencegahan dan deteksi dini kanker serviks dan payudara serta Praktek senam Sadari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai dari pukul 9.30 hingga jam 11.00 wib di Posyandu Jalan Pontianak, RW 08 
Kelurahan Tangkerang Utara.  Bekerjasama dengan  Ketua RW 08, R. Rizky Hendramin, Ketua PKK, Hj. Munawaro. Juga dihadiri Ketua PPKBD Kelurahan Tangkerang Utara yang membawahi 16 Pos Yandu se Kelurahan Tangkerang Utara, Supraty yang juga sebagai Survivor kanker Ovarium LPKR. Serta Ketua RT 002, Yarlis dan
Ketua Majelis Taklim Raudhatul Amilin, Hj. Endah.

Sementara dari LPKR diwakili oleh M Arief Indrawan sebagai Ketua LPKR, Faadilah Bakri, Siti Masnun
dan Miskah. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 32 orang.

Baca: Malaysia Akan Hapuskan Hukuman Mati, Ini yang menjadi Pertimbangannya

Salah satu materi yang disampaikan M Arief Indrawan dalam penyuluhan itu adalah kanker serviks. Penyakit tersebut bisa diderita oleh kaum wanita tanpa memandang usia.

Status sosial dan pendidikan yang disebabkan oleh Human Pappiloma Virus (HPV). Dari data kementrian Kesehatan RI, setiap satu jam wanita di Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks.

"Wanita yang beresiko terkena kanker serviks adalah yang mempunyai garis keturunan keluarga penderita kanker, perokok dan peminum alkohol, menikah di usia dini, wanita yang sering bergonta ganti pasangan seksual, wanita yg pernah mengalami aborsi dan wanita yang jarak melahirkan terlalu dekat,"tuturnya.

Baca: Kisah Raja dan Ratu Curanmor di Padang, Baru 5 Menit Bebas kembali Ditangkap

Lebih jauh dikatakan, gejala awal kanker serviks  adalah pendarahan abnormal, keputihan abnormal, nyeri saat berhubungan dan nyeri ditempat tertentu.

"Disarankan untuk wanita yang telah berumahtangga lebih dari 5 tahun untuk rutin minimal dua tahun sekali melakukan pap smear. Hindari budaya MTM yakni Malu periksanya, Takut ketahuan penyakitnya dan Malas datang ke dokternya. Yang terjadi kemudian adalah penyesalan. Sebaiknya, hindari pemicu kanker, kalau tak bisa dikurangi, terutama makanan yang mengandung zat karsinogen,"ungkapnya.

Di penghujung materi, Arief berpesan kepada ibu-ibu, untuk menghindari pemicu kanker, baik itu kanker serviks, payudara, maupun lainnya, seperti rutin lakukan deteksi dini, mulai dari senam sadari, pap smear, mamografi, jaga pola hidup dan makan yang sehat, rajin olahraga, hindari budaya MTM (Malu periksanya, Takut ketahuan sakitnya, Malas utk berobatnya).

Baca: VIDEO: Pembawa Acara Televisi ini Gendong Anaknya saat Siaran, Alasannya Bikin Kagum

Selesai materi, banyak pertanyaan dari peserta. Mereka antusias dan iteraktif. Tak hanya ibu-ibu setempat, hadir juga dalam  kegiatan tersebut ibu-ibu dari RW lain dan meminta LPKR juga hadir di daerah mereka.

Di penghujung kegiatan dilakukan praktek senam Sadari. "Ini sesi yang menarik dan berkesan, karena kita melakukannya bersama sama. (*)

 
 

Penulis: Zul Indra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help