Pekanbaru

Kejari Pekanbaru Limpahkan Berkas Dugaan Tipikor BRI Agro ke Pengadilan

JPU dalam kasus dugaan Tipikor kredit fiktif BRI Agro Cabang Pekanbaru, Rabu melimpahkan berkas dakwaan ke PN Pekanbaru.

Kejari Pekanbaru Limpahkan Berkas Dugaan Tipikor BRI Agro ke Pengadilan
TribunPekanbaru/Ilham Yafiz
Tersangka buronan kasus dugaan kredit fiktif Bank BRI Agro Cabang Pekanbaru Syahroni Hidayat tiba di Pekanbaru, Kamis (2/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan Tipikor kredit fiktif BRI Agro Cabang Pekanbaru, Rabu (10/10/2018) melimpahkan berkas dakwaan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Pelimpahan berkas dilakukan setelah penyusunan dakwaan terhadap tersangka, Syahroni dirampungkan.

Baca: Jajakan Diri di Pasar, 3 Lansia Ini Diamankan Polisi, Pengakuannya Terdesak Kebutuhan Ekonomi

Ia merupakan tersangka tunggal dalam perkara ini, setelah tersangka Jauhari meninggal dunia, dan perkara terhadapnya dihentikan demi hukum.

"Surat dakwaannya telah rampung, dan tadi berkas perkaranya telah kita limpah ke pengadilan," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Pekanbaru, Sri Odith Megonondo kepada Tribun, Rabu (10/10/2018).

Jaksa selanjutnya menunggu jadwal pelaksanaan sidang perdana dalam perkara ini. Lebih lanjut, ia menegaskan jika jaksa sudah mempersiapkan delapan orang JPU dalam menghadapi perkara ini di persidangan.

"Kita siapkan delapan JPU, saya yang langsung jadi ketua JPU nya," tegasnya.

Baca: BKPSDM Kampar Klaim Pendaftaran CPNS 2018 Lancar, Pelamar Mencapai 1.500 Orang

Sementara itu, perkara ini diungkap cukup lama diungkap oleh jajaran Pidsus Kejari Pekanbaru. Tersangka, Syahroni sempat melarikan diri, sebelum akhirnya diamankan di Medan, Sumatera Utara. Syahroni merupakan mantan Kepala Cabang BRI Agro Pekanbaru.

Total kredit yang diberikan oleh tersangka dalam perkara ini senilai Rp 4,050 miliar.

Kredit diberikan kepada 18 orang debitur dengan jumlah bervariasi, Rp 150 juta dan Rp 300 juta. Jangka waktu kredit selama 1 tahun, dan jatuh tempo Februari 2010, dan diperpanjang beberapa kali sampai dengan 6 Februari 2013.

Baca: Hasil Pertandingan PersahabatanTimnas U-19 Indonesia Kalah dari Timnas U-19 Arab Saudi

Perkara ini terjadi pada tahun 2009 silam. Saat itu, pihak bank memberikan kredit dalam bentuk modal kerja untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun kelapa sawit yang terletak di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), kepada debitur atas nama Sugito dan kawan-kawan, melalui Jauhari Y Hasibuan, dengan total luas lahan kelapa sawit seluas 54 hektare sebagai agunan.

Total luas lahan itu terdiri dari 27 persil dalam satu hamparan. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help