KPAID Tasikmalaya Temukan Grup Facebook Gay Singaparna, Jumlahnya Sampai 1.200 Anggota

Dalam grup tersebut ditemukan percakapan sesama anggota gay tentang hubungan sesama jenis tersebut.

KPAID Tasikmalaya Temukan Grup Facebook Gay Singaparna, Jumlahnya Sampai 1.200 Anggota
Net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya menemukan perkumpulan gay asal Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Perkumpulan gay ini berkomunikasi melalui media sosial Facebook

Dalam grup tersebut ditemukan percakapan sesama anggota gay tentang hubungan sesama jenis tersebut.

Bahkan sampai ke transaksi dan penawaran berhubungan secara terang-terangan.

"Kami menemukan temuan grup media sosial facebook gay Singaparna Baru yang sudah beranggotakan ribuan orang. Selain grup gay Singaparna ini, kami pun menemukan grup gay lainnya sesuai nama daerah di Tasikmalaya grup gay Ciawi yang beranggotakan 200 orang," jelas Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, kepada wartawan Rabu Rabu (10/10/2018).

Ato menjelaskan, dalam profil grup tersebut secara jelas terlihat gambar beberapa pria tanpa memakai baju yang diindikasikan ciri para gay.

Baca: Grup Gay SMP/SMA Garut di Facebook Kirim Foto untuk Cari Mangsa Baru

Baca: 9 Komunitas Gay Terpantau di Dumai, Satu Grup Facebook Beranggotakan hingga 98 Orang

Baca: 111 Gay di Riau Idap HIV AIDS. Perilaku Homoseksual Sulit Dideteksi. Ini Penyebabnya

Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat.

"Karena kondisi ini sangat memprihatinkan, kami pun langsung berkoordinasi dengan MUI dan FKUB. Kami pun akan mengambil langkah untuk melaporkannya ke Polres Tasikmalaya," tambah dia.

Selain itu, grup FB gay di Tasikmalaya ini diindikasikan akan bertambah apabila tak ada penanganan serius dari berbagai pihak.

Apalagi, grup yang sudah ditemukan ini mengatasnamakan sebuah wilayah per kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami baru temukan grup gay ini per kecamatan anggotanya, Singaparna dan Ciawi. Diindikasikan bisa bertambah lagi. Mereka pun sudah terang-terangan membuat grup di FB, meski akun grup tersebut tertutup jadi anggota dan harus menjadiember. Tapi anggotanya sudah ribuan," ungkap dia.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Tasikmalaya Edeng Zainal Abidin, mengaku akan mendampingi langsung untuk melaporkan temuan ini bersama KPAID ke Polres Tasikmalaya.

"Ini jelas sangat mengkhawatirkan dan kami dari KPAID akan bersama melapor ke Polres Tasikmalaya," ungkap dia.

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved