Padang

Kunjungi Palu, Wagub Sumbar: 8 Orang Perantau Minang Meninggal dan 12 Orang Dilaporkan Hilang

Korban bencana gempa dan tsunami yang memporak-porandakan Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulteng, terus bertambah.

Kunjungi Palu, Wagub Sumbar: 8 Orang Perantau Minang Meninggal dan 12 Orang Dilaporkan Hilang
Istimewa
Sebanyak 1,5 ton randang dari Sumbar dikirim ke Palu melalui Lanud Halim Perdanakusuma. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengatakan bahwa perantau Minang yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami yang memporak-porandakan Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulteng, terus bertambah.

"Data sementara, diketahui bahwa perantau Minang yang menjadi korban jiwa 8 orang, hilang 12 orang, dan luka-luka 3 orang. Kemudian, sebanyak 36 unit rumah perantau Minang rusak berat, dan 4 unit rumah rata disapu tsunami," kata Wagub melalui rilis yang diterima tribunpadang.com, Rabu (10/10/2018)

Baca: BREAKING NEWS : Pekanbaru KLB Difteri, 1 Anak Meninggal Dunia 

Selain rumah rusak berat, mantan Bupati Pesisir Selatan (Pessel) dua periode itu juga menyebut terdapat sebanyak 105 unit rumah perantau Minang rusak sedang dan ringan, serta sebanyak 15 kepala keluarga (KK) perantau Minang terpaksa mengungsi ke Makasar dan daerah lainnya.

"Hari ini, saya bersama sejumlah rombongan dari Pemprov Sumbar sudah berada di Palu. Saya bersama rombongan sengaja datang ke Palu, untuk meninjau kondisi perantau Minang yang menjadi korban gempa dan tsunami Palu" ujar Nasrul Abit.

Kunjungan ini, lanjutnya, merupakan kepedulian terhadap saudara-saudara yang terkena bencana gempa, tsunami dan lukuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala. Selama kunjungan ke Sulteng, dirinya akan memantau bagaimana kondisi perantau Minang di Sulteng.

"Saya akan berada di sini sampai besok (Kamis,red), dan saya akan pantau bagaimana kondisi warga Minang di Palu, dan Sulteng umumnya," ungkap Nasrul. Dalam kunjungan ini, lanjut Wagub, selain menemui para perantau Minang yang jadi korban, dirinya juga akan menemui Gubernur dan Kapolda Sulteng.

Baca: Kronologi Suami Istri Berkelahi hingga Tewas di Bonai Rohul, Tetangga Tak Berani Masuk ke Rumah

"Kepada para korban bencana di Sulteng, termasuk perantau Minang, saya berharap agar bisa melawati cobaan ini dengan sabar. Mudah-mudahan Sulteng, khususnya daerah terdampak bencana gempa dan tsunami, bisa bangkit dan kembali membangun Sulteng secara bersama-sama," tuturnya.

Sebelumnya, sebut Nasrul Abit, Pemprov Sumbar juga sudah mengirim randang sebanyak 1,5 ton. Bantuan makanan khas Minag itu dikirim, supaya para korban secepatnya dapat bangkit kembali.

"Makanan randang yang bergizi diharapkan dapat menambah selera makan para korban di saat semua belum pulih," katanya.

Baca: Madura FC vs PS Mojokerto Putra Pekan 21 Liga 2 2018 Sore Ini, Kick Off Pukul 15.15 WIB

Di sisi lain Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng, Bartolomeus, berterimakasih atas bantuan randang yang dikirim Pemprov Sumbar. Mewakili masyarakat, ia pun mengaku sangat senang dengan bantuan randang dari Sumbar tersebut.

"Kiriman randang dari Sumbar menjadi sesuatu yang membahagiakan buat kami. Randang Padang memang enak dan lezat, rasa yang khas dan sangat digemari masyarakat Sulteng. Dengan adanya bantuan randang ini, makan kami bisa lahap," ujarnya. (*)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved