Riau Region

Oknum Legislator Penilap Sawit Tak Kunjung Diproses Hukum, Masyarakat Rohil Ancam Demo Besar-besaran

SA diduga melakukan penggelapan terhadap uang hasil panen kepala sawit sebesar Rp 298 milyar. Dari luas lahan sekitar 1.102 hektar milik masyarakat

Oknum Legislator Penilap Sawit Tak Kunjung Diproses Hukum, Masyarakat Rohil Ancam Demo Besar-besaran
tribunpekanbaru
Pengurus Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) saat melakukan pertemuan dengan kuasa hukum Abu Bakar Sidik, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Masyarakat Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rohil mengancam akan menggelar demo besar-besaran.

Wahidin, selaku Manajer Koperasi Sejahtera Bersama menyampaikan, dirinya bersama ratusan masyarakat lain yang merasa dirugikan, mendesak agar Polda Riau menindaklanjuti proses hukum terhadap SA, yang juga merupakan oknum anggota DPRD Rohul ini.

Pasalnya hingga kemarin, Polda Riau tidak kunjung memproses pria berinisial SA yang dilaporkan atas dugaan penggelapan hasil panen kelapa sawit milik masyarakat Rohil yang tergabung dalam Koperasi Sejahtera Bersama (KSB).

Baca: Polisi Periksa Tiga Orang Wakil Rakyat dari DPRD Rohil Terkait Penyelewengan Anggaran

Baca: Polisi Maksimalkan Pengumpulan Fakta Dugaan Penggelapan Panen Sawit Masyarakat Rohil

SA merupakan Ketua Koperasi Karya Perdana, selaku mitra masyarakat yang bertindak sebagai perantara untuk pembayaran dana bagi hasil dari lahan sawit masyarakat, dari PT. Torganda.

Namun ternyata, SA diduga melakukan penggelapan terhadap uang hasil panen kepala sawit sebesar Rp 298 milyar.

Dari luas lahan sekitar 1.102 hektar milik masyarakat. Kasus ini sudah terjadi sejak tahun 2009 lalu.

"Kami juga akan melayangkan surat ke Polda Riau yang sudah ditandatangani oleh 551 anggota koperasi dari 37 kelompok. Apabila tidak bisa ditindaklanjuti, kami akan mengadakan pemutusan hubungan dengan Karya Perdana dan mengklaim langsung lahan tersebut," kata Wahidin, Rabu (10/10/2018).

Sementara itu, Kuasa Hukum Koperasi Sejahtera Bersama, Abu Bakar Sidik menegaskan, sudah tidak ada alasan Polda Riau tidak menetapkan SA sebagai tersangka dalam kasus ini.

Karena menurutnya, dua alat bukti minimal sudah dipenuhi.

Baca: Video : Camat dari Rohul dan Rohil Datangi DPRD Riau, Ini Yang Dilakukan

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved