Berita Riau

VIDEO: Pasca Pemberhentian 12.800 Honorer, Bagansiapiapi Seperti Kota Mati

Hal ini ditengarai adanya kebijakan merumahkan 12.800 pegawai honor yang berimbas besar pada semua sektor

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota Komisi II DPR RI melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Ombudsman RI di Kantor Gubernur Riau Selasa (9/10). 

Hadir sebagai ketua rombongan komisi II Mardani Alisera, kemudian anggotanya juga terlihat hadir Tabrani Maamun, Khairul Anwar dan beberapa anggota lainnya. 

Sementara dari Pemprov Riau diwakili Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi dan didampingi sejumlah kepala OPD yang berkaitan dengan pelayanan publik. 

Baca: VIDEO: Polisi Ringkus Pengedar Narkoba Berikut 600 Gram Narkotika Asal Luar Negeri

Sedangkan dari Ombudsman juga dihadiri seorang Komisioner dan Ketua Ombudsman RI Perwakilan Riau Ahmad Fitri. 

Tabrani Maamun dalam forum tersebut begitu berapi-api menyampaikan kondisi kampung halamannya Rokan Hilir yang saat ini menurut dia menjadi daerah mati. 

Hal ini ditengarai adanya kebijakan merumahkan 12.800 pegawai honor yang berimbas besar pada semua sektor di Kabupaten Rokan Hilir. 

Baca: Kejaksaan Kampar Cek Proyek Dana Desa di Tapung Hilir, Jaksa Wawancara Langsung Warga

"Coba dibayangkan kalau satu orang punya istri satu dan anak satu sudah 38 ribu orang. Menderita akibat perumahan honor ini, "ujar Tabrani Maamun. 

Maka menurut Tabrani Maamun kondisi ini menyulitkan Rohil, apalagi saat ini pembangunan tidak ada, APBD mengalami defisit anggaran. 

"APBD mencapai Rp1,5 Triliun masak untuk gaji honor dan menyelamatkan honorer tidak bisa, kan kasihan kita Rohil jadi kota mati sekarang, "ujarnya. 

Baca: Amien Rais Penuhi Panggilan Polisi, Datang Didampingi Putrinya Hanum Rais

Halaman
12
Penulis: Nasyuha
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help