Kampar

VIDEO: Rapat Sinergitas Pemilu 2019 di Kampar, Jangan Sampai Ada Masuk Penjara Lagi

pada Pemilihan Kepala Daerah Kampar 2017 dan Pemilihan Kepala Daerah Riau 2018, selalu ada yang terjerat hukum

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kampar, Jamilus‎ mewanti-wanti kasus hukum dalam agenda pesta demokrasi tidak terulang lagi. Ini belajar dari dua agenda berturut-turut selalu memakan korban.

Jamilus menyebutkan, pada Pemilihan Kepala Daerah Kampar 2017 dan Pemilihan Kepala Daerah Riau 2018, selalu ada yang terjerat hukum.

"Yang kena itu bukan orang awam pula. Tapi yang mengerti hukum. Penyelenggara," ungkapnya pada Rapat Sinergitas Operasi Mantap Brata Muara Takus 2018 di Gedung Lantai III Kantor Bupati Kampar, Rabu (10/10/2018) pagi.

Baca: Kronologi Suami Istri Berkelahi hingga Tewas di Bonai Rohul, Tetangga Tak Berani Masuk ke Rumah

Rapat itu dipimpin Jamilus bersama Kepala Kepolisian Resor Kampar, AKBP. Andri Ananta Yudhistira dan Eka Mulya Putri mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Kampar.

Ketua KPU Kampar, Yatarullah bersama komisioner dan Ketua Bawaslu, Syawir Abdullah bersama anggota juga hadir.

Berikut Anggota DPRD Kampar, Repol. Rapat juga dihadiri berbagai tokoh dan organisasi kemasyarakatan.

Baca: Menang atas Semen Padang, PSPS Naik 2 Peringkat Klasemen Sementara Liga 2

Seperti Ketua FKUB Kampar, Zulhermis, Ketua PCNU Kampar, Purwadi, pimpinan sejumlah organisasi wartawan serta pimpinan atau pengurus partai peserta Pemilu 2019.

Jamilus mengingatkan, persoalan hukum jangan sampai terjadi pada Pemilu 2019.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing dengan informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Kalau kita mudah terpancing, situasi menjadi tidak kondusif. Kalau lebih banyak penyejuk, pasti jadi reda," ujar Jamilus.

Baca: Menang atas Semen Padang, PSPS Naik 2 Peringkat Klasemen Sementara Liga 2

Kapolres Andri menekankan pentingnya sinergitas untuk mewujudkan pesta demokrasi yang aman dan lancar.

Ia berharap rapat serupa digelar setiap bulan sampai jelang pemungutan suara. "Permasalahan di lapangan dapat dibahas dalam forum ini," katanya.

Andri juga meminta kerjasama dari insan pers dalam upaya menangkal hoaks. Menurut dia, hoaks berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.‎ (*)‎

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved