Padang

7 Kecamatan di Pasaman Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Warga Terendam

Hujan lebat mengguyur Pasaman,Sumatera Barat sejak Selasa kemarin menyebabkan banjir di tujuh kecamatan di Kabupaten Pasaman.

7 Kecamatan di Pasaman Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Warga Terendam
istimewa
Sejumlah korban banjir di Kecamatan Rao Selatan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hujan lebat yang mengguyur Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sejak Selasa kemarin hingga Kamis (11/10/2018) malam, menyebabkan banjir di tujuh kecamatan di Kabupaten Pasaman.

Beruntung tidak ada korban jiwa, namun banjir yang terjadi sejak Selasa malam itu, membuat ratusan unit rumah warga beserta isinya, dan sejumlah fasilitas umum, terendam banjir hingga ketinggian mencapai 1 meter lebih.

Kalaksa BPBD Pasaman, Masfet Kenedi, menyebut tujuh kecamatan itu terdiri dari Kecamatan Panti, Rao, Rao Selatan, Rao Utara, Padang Gelugur, Mapattunggul dan Kecamatan Mapattunggul Selatan. Saat ini, sejumlah rumah di kecamatan tersebut masih digenangi air.

Baca: Jadwal Lengkap Liga 2 2018 Pekan 22, Semen Padang vs Persis Solo, PSIR Rembang vs PSPS Riau

BPBD Pasaman, kata dia, hingga malam ini masih berada di lokasi banjir untuk mengevakuasi sejumlah warga ke lokasi yang lebih tinggi. Namun beberapa dari warga, juga ada yang pergi mengungsi ke rumah saudaranya yang berada di tempat yang aman dari banjir.

"Selain banjir menggenangi rumah warga, tiga unit jembatan gantung di Kecamata. Rao Selatan juga hanyut dilanda arus banjir, dan ratusan hektar sawah, ladang serta kolam ikan gagal panen," kata Masfet Kenedi saat dihubungi dari Padang, Kamis (11/10/2018).

Untuk kerugian, lanjutnya, BPBD Pasaman belum bisa menaksirnya, karena saat ini pendataan masih berlanjut. "Belum hitung (kerugian). Saat ini kami masih fokus mengevakuasi warga, karena banjir masih menggenangi rumah warga," ujarnya.

Baca: Bebas dari Penjara, Pasutri Ini Kembali Terciduk, Ternyata Gelarnya Raja & Ratu Curanmor di Padang

Banjir yang menggenangi rumah warga itu, sebut Masfet, disebabkan meluapnya Sungai Batang Sibinail dan Batang Air Sumpu, di Kecamatan Rao Selatan yang dipengaruhi oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Selasa siang.

Oleh sebab itu, ia pun mengimbau agar masyarakat menjauh dari bibir sungai agar tak hanyut diseret arus sungai. Sebab, permukaan sungai sudah datar dengan pemungkiman. "Masyarakat harus menjauh dari bibir sungai, karena arus sungai cukup deras," bebernya.

Sementara itu, Wali Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, Ermin mengaku sudah mendata jumlah rumah warga yang terendam banjir. Dari pendataan sementara, sekitar 500 unit rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak.

Ratusan rumah itu, kata dia, tersebar di Jorong Lubuk Layang, Padang Nuna, Kubur, Curanting, Tanjung Air, Tanjung Beriang, Kampung Tuen dan Jorong Simpang Empat. Sedangkan untuk kerugian materil, diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Baca: Gudang Batu Bata Tertimbun Longsor, Tiga Orang Kakak Beradik di Padang Pariaman Meninggal

"Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar, karena selain banjir itu menggenangi ratusan rumah warga, sejumlah peralatan elektronik warga serta barang-barang berharga lainnya juga rusak direndaam banjir," ujarnya.

Angka kerugian materil dan jumlah rumah terendam banjir itu, lanjutnya, masih sementara, karena pihak Kenagarian Lubuk Layang masih masih melakukan pendataan. "Sampai sore tadi kawan-lawan masih melakukan pendataan. Jadi, data rumah terdampak itu masih sementara," pungkasnya.(*)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help