Pileg 2019

Baliho Caleg Bertebaran, Bawaslu Kampar Tak Berwenang Menindak

Baliho dan spanduk dengan gambar Calon Legislatif (Caleg) bertebaran di Kampar baik di pinggir jalan maupun pekarangan rumah warga.

Baliho Caleg Bertebaran, Bawaslu Kampar Tak Berwenang Menindak
Tribun Pekanbaru
Pimpinan dan Anggota Bawaslu Kampar, dari kiri ke kanan, Amin Abdullah, Syawir Abdullah, Witra Yeni, Edward, dan Marhaliman, yang dilantik di Jakarta, Rabu (15/08/2018) 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Baliho dan spanduk dengan gambar Calon Legislatif bertebaran di Kampar.

Mulai dari ukuran mini sampai jumbo ditemukan di pinggir jalan maupun pekarangan rumah warga.

Namun Bawaslu mengaku tak bisa menertibkannya.

Baca: Bawaslu dan Panwaslu Awasi Ketat Kampanye Pilpres 2019 dan Pileg 2019

Ketua Bawaslu Kampar, Syawir Abdullah mengaku pihaknya sudah menganalisa Baliho dan Spanduk bergambar Caleg.

Ia menegaskan, Bawaslu berkesimpulan bahwa baliho dan spanduk tersebut tidak termasuk Alat Peraga Kampanye (APK).

"Tidak ada yang memenuhi unsur APK. Bawaslu hanya berwenang menertibkan APK," tandas Syawir, Kamis (11/10/2018).

Sebelum mengambil kesimpulan, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan Bawaslu Riau.

Baca: Ikut Deklarasi Dukungan yang Digelar Projo, Bawaslu Pastikan Panggil Kepala Daerah se Riau

Menurut dia, dari seluruh baliho dan spanduk yang ditemukan, Bawaslu berpendapat hanya sebatas sosialisasi.

Ia menjelaskan, baliho dan spanduk dapat dikategorikan sebagai APK jika memenuhi tiga unsur.

"Sesuai Peraturan KPU, APK itu berisi logo partai, nomor urut partai dan visi misi partai. APK hanya milik partai. Kalau APK caleg, tidak ada," ujar Syawir.

Sedangkan temuan di lapangan, baliho dan spanduk berisi gambar caleg, nomor urut dan asal daerah pemilihan.

"Memang ada juga yang mencantumkan logo partai. Tapi tetap tidak memenuhi unsur APK," imbuhnya.

Baca: Peretas Masih Kuasai Website KPU Kampar, Ini Saran Bawaslu

Syawir mengakui, Caleg terkesan mensiasati cara menghindari jeratan Peraturan KPU melalui pemasangan baliho dan spanduk tersebut.

"Ini yang mereka (caleg) coba mensiasatinya. Mereka tahu tidak melanggar Peraturan KPU. Sekarang, yang seperti ini banyak bertebaran di seluruh Riau," ungkap Syawir. (*)

Penulis: nando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help