Berita Riau

Dugaan Pencemaran Nama Baik UIR, Penyelidik dan Ahli Beda Persepsi

Penyidikan dugaan pencemaran nama baik institusi Universitas Islam Riau (UIR) terus dilakukan, namun penyidik dan saksi ahli beda persepsi

Dugaan Pencemaran Nama Baik UIR, Penyelidik dan Ahli Beda Persepsi
Facebook
Rektor UIR Telusuri Akun Facebook Eka Octavyani yang diduga Lakukan Penghinaan Terhadap UIR 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyidikan dugaan pencemaran nama baik institusi Riau (UIR)'>Universitas Islam Riau (UIR) terus dilakukan, namun penyidik dan saksi ahli beda persepsi.

Penyidik Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sampai saat ini terus melakukan proses penyelidikan (lidik) dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Riau (UIR)'>Universitas Islam Riau (UIR) oleh seorang wanita, berinisial EO di akun media sosial Facebook miliknya

"Sudah kurang lebih lima (saksi) sampai saat ini," ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan kepada Tribun, Kamis (11/10/2018).

Baca: Suami Istri di Kuansing Diserang Beruang Saat Menyadap Karet, Wajah dan Tangan Dicakar

Baca: Samsung Luncurkan Galaxy A9, Smartphone Pertama di Dunia dengan 4 Kamera Belakang

Penyidik, lanjutnya masih meminta keterangan ahli dalam kasus ini. Ahli yang dimintakan keterangannya antara lain, ahli Pidana dan ahli bahasa.

Proses penyelidikan membutuhkan waktu, karena ahli dan penyidik memiliki perbedaan persepsi.

"Ada perbedaan persepsi antara ahli mengenai bahasa apakah masuk dalam ranah pencemaran nama baik, dalam UU ITE. Kalau akunnya akun asli, bukan akun fake (palsu,red)," urainya.

Sebelumnya, EO memposting kalimat yang diduga mengandung unsur pencemaran nama baik, dan penghinaan terhadap UIR.

Ini terkait dengan aksi demonstrasi mahasiswa kala itu.

Akibat celotehan di Media Sosial itu, ia lantas dilaporkan oleh alumnus UIR dan Perwakilan Mahasiswa ke Polda Riau

Halaman
1234
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved