Berita Riau

Masih Ada 3.000 Masyarakat Adat Terpencil di Riau, Ini Daerahnya

Dinsos Riau mencatat ada 3.000 lebih masyarakat yang masuk dalam kategori KAT di Riau, dan mereka mendiami berbagai daerah di Riau

Masih Ada 3.000 Masyarakat Adat Terpencil di Riau, Ini Daerahnya
facebook/ustadzabdulsomad
Ustadz Abdul Somad bersama anak-anak suku Talang Mamak saat safari dakwahnya di Pedalaman Inhu, akhir Agustus 2017 lalu. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau mencatat ada 3.000 lebih masyarakat yang masuk dalam kategori Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Riau, dan mereka mendiami berbagai daerah di kabupaten dan kota yang ada di Riau.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Dahrius Husein kepada Tribunpekanbaru.com pada Kamis (11/10/2018).

Menurut Dahrius, KAT yang paling banyak masih mendiami wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Baca: Enam Mahasiswa Unilak Wakili Riau di Peksiminas Yogyakarta

Baca: Polres Pelalawan Limpahkan Tersangka Tipikor Bank Dana Amanah ke Kejari Pelalawan

"Suku Akit di Kabupaten Kepulauan Meranti masih menjadi suku paling dominan jumlahnya mencapai 1.000 orang lebih," ujar Dahrius Husein.

Sedangkan selebihnya tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Riau kecuali Kota Pekanbaru yang saat ini tidak ada lagi KAT tersebut.

"Merata, di Inhil ada Suku Laut, Inhu ada juga Suku Talang Mamak, di Rohul dan Kampar ada Suku Bone, di bagian pesisir ada suku Akit, jadi semua kabupaten ada," ujar Dahrius Husein.

Dahrius juga menjelaskan, KAT ini merupakan masyarakat asli atau yang tinggal di pedalaman, pola hidupnya masih berpindah-pindah atau nomaden.

"Mereka ini masih bersifat nomaden, kerjanya berpindah-pindah, jumlahnya masih besar di Riau," ujar Dahrius.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial memiliki program untuk masyarakat Komunitas Adat Terpencil ini sendiri melalui pemberdayaan masyarakat, di antaranya dengan pembangunan rumah bagi KAT.

Baca: Wakil Rakyat Prihatin Atas Meninggalnya Seorang Anak Akibat Difteri di Pekanbaru

Baca: Tim Pekanbaru Bertemu Tim Bengkalis di Final Kejurda Futsal Pelajar 2018

Tahun 2018 ini Pemerintah membangun 32 unit rumah bagi KAT di Kabupaten Kepulauan Meranti dan 12 unit bagi KAT di Pelalawan, semuanya bersumber dari pendanaan APBN.

"Selain membangun rumah juga dilakukan pendampingan untuk pembinaan, agar masyarakat KAT ini bisa mendiami rumahnya dan hidup dengan normal tidak menjadi Nomaden lagi, "ujar Dahrius.

Selain itu, Dinas sosial bersama Kementerian Sosial juga membina KAT ini agar bisa lebih maju lagi dan tentunya untuk bertahan hidup. (*)

Penulis: Nasyuha
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help