Kuansing

Suami Istri di Kuansing Diserang Beruang Saat Menyadap Karet, Wajah dan Tangan Dicakar

Suami istri secara tiba-tiba diserang beruang saat tengah menyadap karet di perkebunan di Desa Teratak Baru, Kuantan Singingi

Suami Istri di Kuansing Diserang Beruang Saat Menyadap Karet, Wajah dan Tangan Dicakar
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Seekor beruang madu ditempatkan di kandang transit satwa Balai Besar KSDA (BBKSDA) Riau Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, Selasa (24/7/2018). Beruang berumur sekitar 4 tahun tersebut awalnya terjerat perangkap babi pada kaki belakang sebelah kiri, dan ditemukan pada hari Minggu (22/7/2018) di Desa Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Beruang itu akhirnya berhasil dievakuasi Tim Gabungan Polres Inhil, Polsek Batang Tuaka dan Tim BBKSDA Riau. Bila dinyatakan sehat beruang tersebut rencananya akan dilepasliarkan kembali oleh pihak BBKSDA Riau. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo menjelaskan, pasangan suami istri (Pasutri) yang diserang beruang saat menyadap karet, kini sedang dirawat intensif di rumah sakit.

Keduanya secara tiba-tiba diserang beruang saat tengah menyadap karet di perkebunan di Desa Teratak Baru, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Sudah dibawa ke rumah sakit, sudah ditangani dokter dengan dilakukan tindakan medis, dijahit lukanya," kata dia saat dihubungi Tribun, Kamis (11/10/2018).

Baca: Pasangan Suami Istri di Kuansing Dikabarkan Diserang Beruang, BBKSDA Riau Turunkan Tim

Dibeberkannya, sang suami Abu Hanipa mengalami sejumlah luka dibagian wajah dan tangan akibat cakaran beruang.

Sedangkan istrinya, mengalami luka dibagian kaki.

Namun untuk kronologis pastinya, hingga kini belum diketahui.

Sementara itu diterangkan Hutomo, kini pihaknya sedang mengumpulkan informasi, terkait dengan serangan beruang itu. Beberapa memang pernah terjadi.

Saat ditanyai apakah akan dilakukan penangkapan terhadap beruang itu, Hutomo menyatakan belum akan sampai ke sana.

"Karena beruang itu masih ada di kawasan HPK (Hutan Produksi Konversi). Kini kta tengah mencari tahu apa yang sebetulnya membuat hewan-hewan itu menjadi beringas," tandasnya.

Baca: Induk Beruang Tak Kunjung Datang, Warga Riau Serahkan Anak Beruang Usia 2 Bulan ke BBKSDA

Sebelumnya diberitakan, dua orang warga Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dikabarkan menjadi korban serangan beruang, Rabu (10/10/2018).

Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri.

Korban diduga diserang beruang saat hendak menakik (menyadap) getah karet di kebunnya.

Saat ini diduga keduanya diserang oleh beruang liar.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menindaklanjuti adanya informasi tersebut.

"Kami belum mendapatkan informasi resminya, tetapi kami telah menurunkan tim ke lokasi guna menelusuri berita tersebut," ungkap Kabid Wilayah II BBKSDA Riau, Hutomo kepada Tribun.

Baca: Warga Jember Meninggal Akibat Terpeleset Ingin Lari Keluar Rumah Saat Gempa Bumi 

Penulis: Rizky Armanda
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved