Charity Ride Biking to Europe

Tasman dan Joko Tiba di Brussel. Dua Kakek Pesepeda Terharu Disapa Warga Indonesia di Kortgene

Tasman dan Joko Tiba di Brussel. Dua Kakek Pesepeda Terharu Disapa Warga Indonesia di Kortgene Belanda

Tasman dan Joko Tiba di Brussel. Dua Kakek Pesepeda Terharu Disapa Warga Indonesia di Kortgene
Facebook/Tasman Jen
Tasman Jen dan Joko diterima Yuri Octavian Thamrin yang berasal dari Payakumbuh, sebagai Duta Besar luar biasa dan berkuasa penuh RI untuk Belgia, merangkap Luxemburg dan Uni Eropa 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tasman Jen (62) dan Tri Joko Waskito (70), dua kakek pesepeda personil Trio Lisoi, sudah tiba di Brussel, Belgia, Rabu (10/10/2018).

"Alhamdulillah tanggal 9 Oktober siang, kami memasuki perbatasan Belanda Belgia setelah menempuh perkalanan 87 Km dari Kortgene, Belanda ke Antwerpen, Belgia. Malamnya, kami menginap di rumah Andoni di Charllotee Street Antwerpen," tulis Tasman di akun Facebooknya seperti dikutip Tribunpekanbaru.com.

Baca: Tasman Dibuatkan Charger di Sepeda oleh Rene Saat di Warmshower Menuju Den Hag

Baca: Tasman dan Joko Sampaikan Tujuan Tour Sepeda Keliling Eropa kepada WNI di Belanda. Ini Pesannya

Baca: Ustaz Abdul Somad Unggah Gambar Karya Anak SD di Facebook. Ternyata Maknanya Sangat Dalam

Dalam melanjutkan perjalanan Charity Ride Biking to Europe 4.000 Km, Tasman dan Joko, pada Rabu pagi berangkat menuju Brussel.

"Cuaca cerah namun kami tetap memakai wind breaker karena masih belum kuat menahan sejuknya tiupan udara dingin. Semakin siang matahari makin terasa hangat dikulit,terlihat dari smartphone suhu 21 derajat celsius, sepertinya menyamai di Indonesia. Kami mengayuh lebih santai karena jarak yang akan ditempuh sampai KBRI Brussel hanya 50 Km," ungkap Tasman.

Belgia, katanya, termasuk negara yang juga nyaman untuk pesepeda dan pejalan kaki.

Jalan khusus sepeda dibuat dengan cor warna merah, dibuat terpisah dari mobil.

Tidak ada satupun mobil yang coba-coba memasuki jalan pesepeda atau pejalan kaki karena dendanya terlalu tinggi.

"Aku berangan-angan dalam perjalanan ini. Pekanbaru punya potensi jadi kota sepeda karena kontur jalannya yang datar dan masih dalam pengembangan kota. Kalau pembangunan direncanakan dengan jalan khusus sepeda yang terpisah lalu ditanami pohon-pohon yang rindang, tentu banyak warga yang akan gunakan sepeda sebagai alat transportnya. Hal ini tentu mengurangi polusi, BBM dan mengurangi kemacetan," tulis Tasman.

Saat ini, katanya, umumnya Uni Eropa sudah mengurangi pemakaian bahan bakar gas dan minyak sampai 40 persen, yaitu mengambil tenaga surya, angin, ombak dan memakai kendaraan sepeda.

Sepertinnya semakin maju suatu negara warganya semakin sadar untuk bersepeda guna mengurangi polusi udara dan menjaga kesehatan.

Halaman
123
Penulis: harismanto
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved