Berita Riau

VIDEO: Polda Riau Tangkap 19 Pelaku Ilegal Logging dan Amankan 52,8 Ton Kayu

Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa dua jenis kayu olahan yakni kayu meranti dan meranti merah sebanyak 52,8 ton.

Laporan videogeafer tribunpekanbaru.com,Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditres Krimsus) Polda Riau menggelar ekspose pengungkapan ilegal logging di kompleks RSDC (Riau Safety Driving Centre) Ditlantas Polda Riau, Kamis pagi (11/10/2018).

Dalam ekspose tersebut dihadirkan 19 orang tersangka ilegal loging, lengkap degan sejumlah barang bukti.

"Pengungkapan ini dilakukan pada Kamis tanggal 16 Agustus 2018. Dimana ada dua tempat kejadian perkara (TKP) dengan jumlah 5 laporan polisi (LP). Jadi, ada 1 perkara dengan 4 LP dan 1 perkara dengan 1 LP. TKP ini berada diwilayah Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan," Jelas Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Sunarto kepada awak meda didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus), Kombes pol Gidion Arif Setiawan.

Baca: VIDEO: Detik-detik Truk Standing di Sitinjau Lauik

Adapun 19 tersangka masing-masing berinisial MY, DR, MR,UW ,AN, DI, KL, RK, YN, IN, AL, AZ, DY, AR, RB, SY, RO, AD dan SF.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa dua jenis kayu olahan yakni kayu meranti dan meranti merah sebanyak 52,8 ton.

Kemudian diamankan pula tiga mesin pemotong kayu, empat parang, satu unit sampan dan satu pompong, satu unit kendaraan roda empat dan satu unit truck.

Sudah Tiga Tahun Dirambah

Direskrimsus, Kombes pol Gidion Arif Setiawan, menambahkan berdarkan pengamatan ahli. Hutan di Desa Serapung ini diperkirakan sudah tiga tahun dilakukan perambahan.

Baca: Istri Anggota DPRD Pelalawan Jatuh Pingsan Saat Rapat Paripurna Istimewa HUT Pelalawan 

"Perkiraan kita sudah tiga tahub,tapi kita tidak tau apakah selama tiga tahun itu orang-orang ini juga atau yang lain," jelas Direskrimsus Polda Riau.

Ditambahkanya, pengungkapan ilegal logging ini selain hasil dari patroli udara ada juga informasi yang masuk kepihaknya mengenai adanya kegiatan perambahan hutan ini.

" Masyarakat setempat juga tidak menerima kegiatan. Rawan karhutla karena mereka (pelaku) sudah mulai menetap," paparnya. 

Sementara itu, luas wilayah hutan Kuala Kampar yang dirambah ini diperkirakan sudah puluhan hektare. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help