Petugas Pemadam Kebakaran Rentan kena Serangan Jantung, Begini Penjelasannya

Personel pemadam kebakaran ternyata berisiko mengalami mati mendadak. Hal tersebut disebabkan oleh serangan jantung

Petugas Pemadam Kebakaran Rentan kena Serangan Jantung, Begini Penjelasannya
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Petugas pemadam kebakaran Kota Pekanbaru memadamkan sisa api yang hampir membakar keseluruhan sebuah rumah yang berada di Jalan Swadaya II, RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Selasa (17/7/2018). (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Tidak hanya tanggungjawab yang besar yang disadang oleh personel pemadam kebakaran, namun mereka juga bertaruh nyawa.

Bahkan kemaian mengancam tidak hanya saat sedang dilapangan melakukan pemadaman.

Penyebab kemarian persoenl damkar ternyata oleh penyakit jantung

Baca: VIDEO: Evakuasi Siswa Madrasah Korban Banjir Bandang di Mandailing Natal, Medan Pencarian Berat

"Statistik layanan kebakaran telah lama menunjukkan bahwa banyak petugas damkar yang meninggal karena serangan jantung dadakan," ujar Denise Smith, dilansir Business Insider, Jumat (28/9/2018).

Penasaran apa yang terjadi, Smith memimpin sebuah penelitian untuk mencari tahu penyebabnya.

Dalam studi yang terbit di jurnal American Heart of Association, tim Smith menemukan bahwa petugas damkar lebih mungkin terkena serangan jantung dibanding petugas stasiun.

Untuk melihat mengapa kematian terkait jantung lebih banyak menimpa petugas Damkar, Smith yang memimpin Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Responden Pertama di Universitas Skidmode, New York, mengamati 627 data otopsi petugas damkar berusia 18 sampai 65 tahun yang meninggal pada 1999 sampai 2014.

Baca: Ini Kronologi Balita Masuk Kuali Mendidih Berisi Air Gula, Tubuh Melepuh Hanya Tersisa Rambut

Keseluruhan penyebab kematian dibedakan menjadi dua, yakni 276 kasus jantung dan 351 kasus trauma.

Menariknya, hampir dari 20 persen serangan jantung dadakan berujung kematian, sementara 80 persen lainnya sudah memiliki riwayat penyakit jantung koroner seperti penyempitan arteri atau pembengkakan jantung.

Studi menemukan, pembengkakan jantung atau sebelumnya pernah mengalami serangan jantung adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko kematian sampai enam kali lipat.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help