Meranti

VIDEO: Musim Hujan, Warga Kepulauan Meranti Panen Air Bersih

mayoritas masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti memang mengandalkan air hujan untuk dikonsumsi. Tak heran jika ada

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNMERANTI.COM,SELATPANJANG - Hujan yang terjadi hampir setiap hari di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam sepekan terakhir ini menjadi berkah tersendiri bagi warga di wilayah itu. 

Di musim hujan ini, warga Meranti tak lagi khawatir kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum.

Hingga saat ini, mayoritas masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti memang mengandalkan air hujan untuk dikonsumsi. 

Tak heran jika ada tempayan atau tangki dalam jumlah banyak di setiap rumah warga di daerah itu. 

Baca: VIDEO: Bupati Sukiman Dikartu Merah Mahasiswa di Rapat Paripurna HUT ke-19 Rohul

Tak terkecuali di rumah Murni. Warga Jalan Banglas, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi ini sengaja menyediakan 3 unit tempayan berukuran besar yang terbuat dari semen dan 1 unit tangki di bawah cucuran atap rumahnya. 

Agar air hujan tak terbuang percuma, ia memasang talang air mengarah ke tempayan dan tangki miliknya. 

Baca: Info CPNS 2018, Terima Email atau SMS Dokumen Corrupt,Jangan Panik Ikuti Langkah Ini Untuk Atasinya

Sejumlah tempayan dan tangki penampung air milik Murni saat ini terisi penuh.

Sudah lama Murni dan warga Meranti lainnya menantikan curah hujan seperti ini. 

Baca: Honda PCX 150 Raih Penghargaan Favorite Motorcycle by Survey oleh Gridoto Award 2018

Saat ditemui Tribunpekanbaru.com, Sabtu (13/10/2018) Murni mengaku tak mengetahui pasti berapa liter air yang bisa ditampung oleh masing-masing tempayannya. 

Murni mengungkapkan, biasanya 3 tempayan dan 1 tangki air miliknya mampu memenuhi kebutuhan makan dan minum keluarganya selama 2 bulan.

Murni mengaku pernah kehabisan persediaan air bersih pada musim kemarau beberapa bulan lalu. 

Jika persediaan air bersih di tangki dan tempayan miliknya habis, ia terpaksa membeli air galon isi ulang dengan harga Rp6 ribu per galonnya. 

"Memasuki pertengahan tahun 2018 kan jarang hujan, bahkan cuaca sering panas. Akibatnya, persediaan air habis. Terpaksa beli air galon isi ulang," ujarnya.

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help