Pekanbaru

Jalan Amblas Rumah Rusak Usai Banjir, DPRD Pekanbaru: Tolong Pemerintah Segera Respon

Beberapa hari belakangan ini, Kota Pekanbaru, bahkan Provinsi Riau pada umumnya diguyur hujan.

Jalan Amblas Rumah Rusak Usai Banjir, DPRD Pekanbaru: Tolong Pemerintah Segera Respon
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah kendaraan melewati genangan air di Jalan Hang Tuah, Pekanbaru, Rabu (25/7/2018). Genangan air akibat hujan yang mengguyur dalam beberapa jam cukup banyak terjadi di jalanan Kota Pekanbaru karena drainase yang kurang baik. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Beberapa hari belakangan ini, Kota Pekanbaru, bahkan Provinsi Riau pada umumnya diguyur hujan.

Bahkan durasinya lebih dari satu jam. Akibatnya, sejumlah kawasan, terutama pemukiman warga dan jalan raya digenangi banjir.

Bahkan beberapa jalan amblas, seperti Jalan Riau (dekat jembatan lampu merah simpang Leigthon I Jalan Yos Sudarso), Jalan Hangtuah Ujung amblas, Jalan Suka Karya dan Jalan Paus makin banyak berlubang, serta jalan lainnya.

Baca: VIDEO: Link Live Streaming Indosiar PSM Makassar Vs Arema Malang Pekan 25 Liga 1 Sore Ini

Kondisi ini diharapkan, segera direspon pemerintah. Baik Pemko Pekanbaru, maupun Pemprov Riau.

"Selain ancaman banjir, jalan-jalan berlubang dan amblas mengancam nyawa warga. Apalagi minim rambu-rambu. Jadi tolong, ini jadi perhatian pemerintah sekarang, terutama di musim hujan ini," pinta Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel SH MH, Minggu (14/10/2018) kepada Tribunpekanbaru.com.

Diakuinya, khususnya Pemko Pekanbaru sekarang ini (tahun 2018), masih minim anggaran. Terutama anggaran perbaikan jalan dan penanggulangan banjir. Dari hasil rapat kerja Komisi IV dengan Dinas PU, anggaran untuk perbaikan jalan pada APBD-Perubahan 2018, hanya Rp 1,5 miliar.

Idealnya, dengan tanggung jawab Pemko yang besar, paling tidak dianggarkan Rp 8-10 miliar.

Baca: Dua Kelurahan di Dumai Terendam Banjir Hampir Satu Meter

Makanya, dengan kondisi yang serba minim ini, dinas terkait harus membuat strategi khusus, dalam mengatasi persoalan banjir dan dampak yang ditimbulkan seperti jalan berlubang.

"Kalau mengacu kepada anggaran, kita akui penanganan untuk banjir saja, saya yakin butuh anggaran yang cukup besar hingga triliunan rupiah. Makanya, untuk program jangka pendeknya, perlu perencanaan yang matang," sebutnya.

Politisi Golkar ini meminta, agar pemerintah harus membua strategi, untuk membangun infrastruktur pengendalian banjir. Strategi ini sangat penting, terutama untuk merevitalisasi drainase primer dan sekunder, serta diikuti dengan pembersihan drainase tersier.

"Jadi tidak hanya pengerukan dan pembersihan saja, jika drainase primer dan skundernya tidak lancar," katanya. Dijelaskannya lagi, strategi lainnya yakni dengan membuat pemetaan lokasi rawan banjir, serta penyebab banjir dan kendala di lapangan.

Baca: VIDEO: Judika, Carly Hingga Sule Pernah Nyanyikan Suci Dalam Debu Saleem Iklim, Ini Tayangannya

Dalam hal ini, sangat perlu melibatkan Camat dan Lurah, untuk berkoordinasi dan berperan dalam mengantisipasi banjir di daerahnya. Dengan harapan, setelah dilakukan pemetaan, bisa dianggarkan dan jadi program prioritas pemerintah.

"Peran perangkat RT, RW, serta masyarakat juga penting. Terutama dalam menggalakan gotong royong, bersih drainase. Terutama daerah yang tidak terjangkau oleh pemerintah, masyarakat bisa mencegahnya. Sebab, persoalan banjir ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan tugas masyarakat secara utuh," terangnya. (*)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved