Eksklusif

Warga 65 Desa di Kepulauan Meranti Andalkan Air Hujan untuk Masak. Air Sumur Merah dan Asam

Warga 65 Desa di Kepulauan Meranti Andalkan Air Hujan untuk Masak. Air Sumur Merah dan Asam

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Hujan yang mengguyur hampir setiap hari sepekan terakhir menjadi berkah bagi warga Kabupaten Kepulauan Meranti.

Mereka tak lagi kekurangan air bersih untuk makan dan minum di musim hujan ini.

Mayoritas warga Kabupaten Kepulauan Meranti mengandalkan air hujan untuk dikonsumsi.

Tempayan atau tangki dalam jumlah banyak mudah ditemui di setiap rumah warga di sini.

Tak terkecuali di rumah Murni.

Baca: Tim Dosen UPP Lakukan Instalasi Sistem Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Ditutup Pukul 23.59 WIB,Pengumuman Seleksi Administrasi 21 Oktober 2018

Baca: Zodiak Senin 15 Oktober 2018, Aquarius Bicarakan dari Hati ke Hati, Libra Jadilah Diri Sendiri

Warga Jalan Banglas, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, ini sengaja menyediakan tiga unit tempayan berukuran besar yang terbuat dari semen dan satu unit tangki di bawah cucuran atap rumahnya.

Agar air hujan tak terbuang percuma, ia memasang talang air mengarah ke tempayan dan tangki miliknya.

Sejumlah tempayan dan tangki penampung air milik Murni saat ini terisi penuh.

Sudah lama Murni dan warga Meranti lainnya menantikan curah hujan seperti ini.

Saat ditemui Tribun, Sabtu (13/10/2018), Murni mengaku tak mengetahui pasti berapa liter air yang bisa ditampung masing-masing tempayannya.

Halaman
1234
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved