Pilpres 2019

Jokowi Ungkap 4 Isu Ini yang Selalu Menyerangnya Saat Pilpres

Jokowi mengingatkan tim kampanye di daerah untuk menjawab isu-isu tersebut agar tidak menjadi pembenaran.

Jokowi Ungkap 4 Isu Ini yang Selalu Menyerangnya Saat Pilpres
Instagram Jokowi
Joko Widodo 

TRIBUNPEKANBARU.COM -  Joko Widodo calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo membeberkan4 isu utama yang selalu digunakan untuk menyerangnya saat pemilihan presiden.

Empat isu itu adalah soal Partai Komunis Indonesia, bagian dari antek asing, mengakomodasi tenaga kerja asing, dan kriminalisasi ulama.

“Isu yang berkembang sudah diperkirakan. Ada isu PKI, antek asing, isu TKA asing terutama dari China, kriminalisasi ulama atau anti Islam. Semua itu harus dijawab,” ujar Jokowi di Semarang, Sabtu (20/12/2018).

Jokowi mengingatkan tim kampanye di daerah untuk menjawab isu-isu tersebut agar tidak menjadi pembenaran.

Ia mencontohkan, soal isu dirinya bagian dari PKI dengan menunjukkan sebuah gambar tokoh PKI DN Aidit dengan foto Jokowi di bawahnya.

Jokowi menegaskan bahwa semua itu semua tidak benar, dan perlu diluruskan agar tak ada yang salah paham.

Baca: Ternyata Inilah Alasan Jokowi Sering Bagi-bagi Sepeda

Baca: VIDEO: Diperiksa Bawaslu Soal Deklarasi Dukung Jokowi, Sukiman: Kita Taat Aturan

Baca: Serukan Ganti Presiden, Kubu Jokowi Laporkan Video Anak Berseragam Pramuka dan Guru SMA 87

Baca: Ditanya Mengapa Jadi Cawapres Padahal Sudah Tua, Ini Jawaban Maruf Amin

“Saya sering disampaikan bahwa saya lahir 1961, PKI dibubarkan tahun 1965/1966. Tidak ada aktivis PKI balita. Jawabnya gitu aja, karena itu kebangetan,” lanjut dia.

“Ada gambar DN Aidit pidato, d ibawahnya itu ada saya. Itu tahun 1955. Saya lahir saja belum. Kalau tidak bisa menjelaskan ini, ya rakyat akan kemakan,” ujar Jokowi.

Jokowi kembali menguatkan pendapatnya soal isu PKI yang menyerangnya.

Saat berkunjung ke sebuah pesantren, Jokowi kaget karena ada pimpinan pondok pesantren meminta pembicaraan khusus empat mata.

Saat pertemuan, kiai tersebut bertanya soal isu PKI.

“Ada pimpinan pondok yang saya datangi minta bicara empat mata. Tanya apa betul Pak Presiden itu kader PKI. Saya kemudian jelaskan. Beliau bilang, Astagfirullah. Hal-hal itu perlu dijelaskan,” kata Jokowi.

Gagal menyerang dengan isu PKI, kata dia, ada isu terhadap keluarga besarnya di Solo.

Jokowi pun meminta agar tabayun dengan mendatangi keluarganya, atau organisasi masyarakat di Solo atau di sekitar rumahnya apakah keluarga besarnya bagian dari PKI atau tidak.

“Di Sukoharjo, isu PKI sudah mulai muter 3 minggu ini. Kita blak-bakalan saja. Kalau enggak Jokowi, maka ganti keluarganya. NU ada di Solo, Muhammadiyah, Irsyad, Persis, LDII, MTA ada, tanya masjid di dekat rumah saya. Jangan ditutupi dan cek sendiri. Rampung,” kata Jokowi. (*) 

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved