INFO KESEHATAN

Ternyata Tidak Olahraga Rutin Lebih Berbahaya Dibandingkan Merokok

Bukan rahasia lagi olahraga memberi banyak manfaat bagi tubuh kita. Minimal, dengan berolahraga, tubuh menjadi terasa lebih bugar.

Ternyata Tidak Olahraga Rutin Lebih Berbahaya Dibandingkan Merokok
Shutterstock
Ilustrasi berolahraga. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bukan rahasia lagi olahraga memberi banyak manfaat bagi tubuh kita. Minimal, dengan berolahraga, tubuh menjadi terasa lebih bugar.

Hal ini berkebalikan dengan merokok yang sudah jamak diketahui memberi dampak buruk bagi tubuh.

Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan hal mengejutkan, yaitu tidak melakukan olahraga rutin mungkin lebih berbahaya bagi tubuh dibanding merokok.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open ini dilakukan oleh para peneliti dari Cleveland Clinic. Mereka mempelajari 122.007 pasien selama tahun 1991 hingga 2014.

Baca: Hasil Timnas U19 Indonesia vs Qatar Piala AFC U19 2018 Jadi Penentu Indonesia ke Perempat Final

Baca: CPNS 2018, Hasil Seleksi Administrasi Diumumkan, 165 Pelamar di Pelalawan Gugur

Para pasien diminta melakukan pengujian tread mill dan kemudian peneliti mencatat angka kematian.

Hasilnya, kehidupan yang lebih lama dan sehat berkorelasi dengan tingkat olahraga yang tinggi.

"Kebugaran kardiorespirasi berbanding terbalik dengan mortalitas jangka panjang tanpa ada batas manfaat yang teramati," tulis studi tersebut dikutip dari Time, Sabtu (20/10/2018).

Tetapi mereka menegaskan, "Kebugaran aerobik yang sangat tinggi berkaitan dengan kelangsungan hidup lebih lama dan punya manfaat pada pasien yang lebih tua dan orang dengan hipertensi," sambungnya.

Hal ini dipahami secara luas sebagai gaya hidup aktif bisa mengarah pada kehidupan yang sehat.

Penelitian ini juga menyimpulkan, gaya hidup kurang gerak berkaitan dengan risiko penyakit lebih tinggi.

Dr Wael Jaber, salah satu penulis penelitian ini, menyebut bahwa hasil tersebut cukup mengejurkan.

"Tidak melakukan olahraga dengan treadmill atau latihan stres memiliki prognosis lebih buruk dalam hal kematian dibanding memiliki hipertensi, diabetes, atau kebiasaan merokok,"kata Jaber kepada CNN.

"Kami berlum pernah melihat sesuatu yang sejelas dan seobjektif ini," tegasnya.  (Kompas.com/Resa Eka Ayu Sartika)

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved