Waspada, Jengkol bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Perhatikan hal Ini Agar Aman saat Mengkonsumsinya

Pola kanan jengkol yang salah bisa sebabkan gagal ginjal. Ini pantangan yang harus diketahui untuk menghindarinya

Waspada, Jengkol  bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Perhatikan hal Ini Agar Aman saat Mengkonsumsinya
TribunPekanbaru/VinaDwinita
Sambalado Jengkol Bakar 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Jika tidak bijak mengkonsumsi jengkol maka anda akan bisa terdampak gagal ginjal.

Banyak yang tidak mengatahui dampak tersebut sehingga salah cara pola konsumsi makanan yang sudah melegenda di Indonesia tersebut

Jengkol yang nama latinnyaArchidendron pauciflorum yang merupakan tumbuhan khas Asia Tenggara ini bisa sebabkan kejengkolan yang selanjutnya bisa terjadi gagal ginjal.

"Jadi, jengkol itu prinsipnya bagus. Dia masuk dalam golongan sayuran, dia juga anti radikal bebas. Tapi konsumsi yang berlebihan bisa membuat gagal ginjal juga," ungkap dr Okki Ramadian SpPD, ahli penyakit dalam dari RS Mitra Keluarga.

Jengkol yang identik dengan aromanya memang dikenal dapat menyebabkan kejengkolan atau keracunan biji jengkol. Pada fase yang lebih lanjut, bisa menyebabkan gagal ginjal.

Buah jengkol
Buah jengkol ()

Menurut Okki, hal ini karena biji jengkol mengandung asam jengkolat yang jika dicek di dalam mikroskop dapat menimbulkan kristal jengkol yang bentuknya sangat persis seperti jarum.

Ketika kristal tersebut menumpuk di saluran ginjal, dapat menyebabkan sulitnya buang air kecil, kencing berdarah, sakit pinggang yang luar biasa, dan berujung pada gangguan ginjal.

Biasanya, kondisi ini terjadi ketika kita mengonsumsi jengkol secara berlebihan ditambah dengan kondisi yang kurang air minum.

"Makanya, kalau makan jengkol jangan lupa banyak minum air putih," kata Okki saat ditemui di Klinik Hemodialisis Renal Team, Selasa (23/10/2018) di Jakarta.

"Kristalnya itu tajam-tajam, dia akan didistribusikan di darah. Ketika masuk ginjal dan akan dibuang di urin, itu akan nyangkut. Kalau saringan terganggu, meradang, enggak bisa nyaring dan akan terjadi gangguan-gangguan filtrasi," imbuhnya lagi.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved