Berita Riau

Kacau Kalamai, Khasanah Masyarakat Kampar Kiri yang Dilestarikan di Festival Equator

Perhelatan Festival Equator di Lipat Kain Selatan, Kampar Kiri akan dibuka Kamis, 25 Oktober 2018 malam oleh Camat Kampar Kiri.

Kacau Kalamai, Khasanah Masyarakat Kampar Kiri yang Dilestarikan di Festival Equator
tribunPekanbaru/Syahrul Ramadhan
Lomba Kacau Kalamai secara beregu oleh Ibu-Ibu di Festival Equator tahun lalu. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU,COM, PEKANBARU – Perhelatan Festival Equator di Lipat Kain Selatan, Kampar Kiri akan dibuka pada Kamis, 25 Oktober 2018 malam oleh Camat Kampar Kiri. Festival yang sudah berlangsung untuk yang ketiga kalinya itu akan diramaikan oleh berbagai kegiatan kebudayaan khas pesisir Kampar Kiri.

Ketua Bengkel Seni Doddy Rasyid Amin mengatakan, salah satu kegiatan paling ditunggu oleh masyarakat dalam pertunjukan tersebut adalah Lomba Kacau Kalamai yang diikuti oleh ibu-ibu dari desa-desa tetangga.

Baca: Sempat Dipenjara 6 Bulan Hingga Dinyatakan Bebas, Pasutri Ini Melapor Balik

“Lomba Kacau Kalamai diambil sebagai kegiatan dalam Festival Equator berangkat dari adat dan istiadat kebiasaan masyarakat Kampar Kiri. Dimana menu Kalamai merupakan menu andalan paling dicari dalam suasana hari besar maupun hajatan masyarakat,” ungkap Doddy yang juga menjabat sebagai Koordinator Sub Regional Kampar ini.

Menariknya, perlombaan tersebut dibuat secara beregu yang masing-masing beranggotakan empat orang. Masing-masing regu dibebani untuk membawa perlengkapan masing-masing seperti kuali besar, tungku api dan kayu bakar untuk memasak.

Masing-masing regu nantinya akan memasak adonan Kalamai seberat 2 kilogram masing-masing regu. Nantinya, mereka akan mengaduk adonan Kalamai tersebut selama empat jam untuk mendapatkan Kalamai yang sudah masak dan siap disantap.

Baca: Habisi Nyawa Ibu dan Anak, Perampok di Tapung Juga Bawa Kabur Mobil Korbannya 

Doddy menjelaskan, tolok ukur dari perlombaan tersebut adalah tingkat kematangan dan kelembutan dari Kalamai yang sudah diaduk secara kolektif selama empat jam tersebut hingga matang dan siap santap.

“Ukuran penilaian dari para juri adalah tingkat kematangan dan kelembutan hasil Kalamai. Siapa yang paling enak dialah yang menang. Jadi, hasilnya sangat objektif sekali sebab hasil masakan nanti bisa dirasakan oleh siapapun dalam Festival Equator tersebut,” sampainya.

Kalamai atau di beberapa daerah dikenal dengan sebutan Galamai atau Gelamai adalah menu kuliner sejenis dodol yang diramu dari bahan-bahan yang sangat mudah didapat. Diantaranya adalah, Beras Pulut (beras ketan, red), Santan, Air Putih, Gula Merah dan Daun Pandan.

Doddy menjelaskan, untuk membuat Kalamai yang enak dan legit, proses pengadukan tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua orang saja. Sebab, begitu adonan Kalamai masuk dalam kuali harus diaduk secara terus menerus hingga matang dan legit.

Baca: Diserang Harimau Sumatera hingga Tak Bisa Jalan, Sirajudin Terpaksa Sembelih Sapi Miliknya

“Kalau satu orang, tak akan sanggup masak Kalamai. Staminannya akan habis karena panasnya tungku dan beratnya adonan. Makanya, untuk masak Kalamai biasanya dibutuhkan sedikitnya tiga orang yang mengaduk terus menerus tanpa berhenti hingga matang,” pungkasnya.

Terpisah, Humas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Provinsi Riau R Heru Maindikali mengatakan, pada hari kedua Festival Equator, akan diluncurkan program Destinasi Digital Pasar Equator di lokasi tersebut.

“Kita mengambil momen Festival Equator untuk disandingkan dengan program Destinasi Digital Pasar Equator untuk mengajak anak muda milenial di Kampar Kiri untuk ikut serta berpartisipasi dalam mempromosikan daerahnya sebagai destinasi wisata baru di Riau, khususnya di Kecamatan Kampar Kiri,” katanya. (Mad)

Baca: Jadwal Ujian CPNS 2018 Tiap Daerah Berbeda, Pelamar Kemenkumham Dapat Giliran Pertama

Penulis: Syahrul
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved