Indragiri Hilir

Potret Sekolah Marjinal di Indragiri Hilir, Bangunannya Kayu dan sudah Lapuk serta Tanpa Dinding

Potret sekolah marjinal di Indragiri Hilir (Inhil), Riau yang bangunannya dari kayu dan sudah lapuk serta sudah tanpa dinding

Potret Sekolah Marjinal di Indragiri Hilir, Bangunannya Kayu dan sudah Lapuk serta Tanpa Dinding
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadli
Potret Sekolah Marjinal di Indragiri Hilir, Bangunannya Kayu dan sudah Lapuk serta Tanpa Dinding 

Potret Sekolah Marjinal di Indragiri Hilir, Bangunannya Kayu dan sudah Lapuk serta Tanpa Dinding

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com, T Muhammad Fadhli

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, KUALA INDRAGIRI - Potret sekolah marjinal di Indragiri Hilir (Inhil), bangunannya dari kayu dan sudah lapuk serta sudah tanpa dinding.

Sekolah Dasar (SD) Negeri Pembantu 003 Desa Tanjung Lajau, Kecamatan Kuindra merupakan satu diantara sekolah marjinal yang masih bertahan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Potret Sekolah Marjinal di Indragiri Hilir, Bangunannya Kayu dan sudah Lapuk serta Tanpa Dinding
Potret Sekolah Marjinal di Indragiri Hilir, Bangunannya Kayu dan sudah Lapuk serta Tanpa Dinding (Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadli)

Berada dibawah naungan SD Negeri 003 Desa Tanjung Lajau, SD Negeri yang berada di Dusun Beringin Jaya, Desa Tanjung Lajau Kecamatan Kuindra ini, bertahan dari iuran sukarela 14 wali muridnya untuk membayar honor 1 orang guru yang mengajar dari kelas I sampai kelas V.

Baca: Hasil dan Klasemen serta Jadwal Liga 2 2018 Babak 8 Besar, Semen Padang Pemuncak Grup A

Baca: Jadwal Liga Italia Pekan Kesepuluh, Empoli Vs Juventus, Waspada Poin Napoli Semakin Dekat

Ketua RT 17 RW 07, Dusun Beringin Jaya, Desa Tanjung Lajau, Kecamatan Kuindra, Inhil, Misidi, mengungkapkan, selama ini sekolah dibangun dengan dengan susah payah demi pendidikan anak-anak tanpa ada bantuan dari pihak manapun.

“Hanya kamilah patungan tiap bulan dengan sukarela maksimal Rp 30, 25 atau 20 Ribu sesuai kemampuan wali murid untuk membayar honor Rp. 350.000 perbulan,” ujarnya.

Dengan jumlah penduduk 120 KK, menurutnya, masyarakat tidak bisa membayar honor lebih kepada guru mengingat sebagian besar masyarakat hanya berprofesi sebagai nelayan dan buruh petani.

Potret Sekolah Marjinal di Indragiri Hilir, Bangunannya Kayu dan sudah Lapuk serta Tanpa Dinding
Potret Sekolah Marjinal di Indragiri Hilir, Bangunannya Kayu dan sudah Lapuk serta Tanpa Dinding (Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadli)

Namun perjuangan dan harapan Misidi bersama seluruh masyarakat seperti di dengar oleh Tuhan.

Saat ini harapan baru bagi Misidi dan masyarakat seolah muncul setelah Masyarakat Peduli Inhil (MPI) yang mengetahui perihal sekolah termarjinalkan ini berkunjung langsung dan memberikan bantuan kepada sekolah.

Halaman
123
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved