Kampar

Pelanggar Berlalu Lintas di Kampar Kebanyakan Pengemudi Belum Cukup Umur

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kampar, AKP Fauzi mengungkapkan pelanggar aturan berlalu lintas didominasi kelompok usia produktif.

Pelanggar Berlalu Lintas di Kampar Kebanyakan Pengemudi Belum Cukup Umur
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Ilustrasi 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kampar, AKP. Fauzi mengungkapkan pelanggar aturan berlalu lintas didominasi kelompok usia produktif. Mereka berusia antara 14 sampai 27 tahun.

Fauzi mengatakan, pengemudi di kelompok usia 14 sampai 17 tahun tergolong belum cukup umur. Rata-rata kalangan pelajar yang membawa kendaraan ke sekolah.

"Kelompok usia produktif paling banyak yang melanggar lalu lintas," ujarnya usai Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Muara Takus 2018, Selasa (30/10/2018).

Baca: Daftar Top Scorer Sementara Liga 1 2018, Pemain Lokal Tak Masuk 5 Besar

Menurut Fauzi, pelajar yang membawa kendaraan ke sekolah memang banyak di Kampar. Padahal dalam aturan, pelajar yang notabene di bawah umur belum diperbolehkan mengemudi. Namun ia mengakui sulit mencegahnya.

"Kita sifatnya imbauan. Semua pihak harus ikut andil," ujar Fauzi. Ia mengatakan, pelajar beralasan harus ke sekolah. Sementara orang tuanya bekerja sehingga tidak bisa mengantar.

Di samping itu, transportasi massal yang memadai untuk mengantar jemput anak ke sekolah juga belum ada. Sehingga dengan membawa kendaraan ke sekolah menjadi pilihan satu-satunya.

"Di sinilah kita harapkan peran orang tua. Melengkapi anaknya yang mau berkendara. Seperti menyuruh anaknya pakai helm, patuhi rambu lalu lintas," tutur Fauzi.

Baca: Jadwal Lengkap Copa del Rey Spanyol, Madrid, Atletico dan Barcelona Mulai 31 Oktober 2018

Pada Operasi Zebra tahun ini, Fauzi mengatakan, pihaknya memberi imbauan dalam bentuk teguran. "Kita membuat terobosan, target ribuan teguran (selama Operasi Zebra)," ungkapnya. Ia berharap, orang tua menjadi intens mengingatkan anaknya agar tertib berlalu lintas.

Fauzi menjelaskan, Operasi Zebra tidak begitu mengedepankan Penegakan Hukum. Melainkan dengan pendekatan kepada masyarakat pengguna jalan dengan memberi teguran dan nasihat. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved