Indragiri Hulu

Apindo dan Serikat Pekerja Belum Satu Suara, UMK Inhu Tahun 2019 Belum Pasti

Rapat tersebut tidak menghasilkan kesepakatan terkait besar angka kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Inhu tahun 2019 mendatang.

Apindo dan Serikat Pekerja Belum Satu Suara, UMK Inhu Tahun 2019 Belum Pasti
.
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Dewan pengupahan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melakukan rapat bersama di ruang pertemuan H Nikson, lantai dua kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Inhu pada Senin (29/10/2018) lalu.

Meski begitu rapat tersebut tidak menghasilkan kesepakatan terkait besar angka kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Inhu tahun 2019 mendatang.

Pasalnya terjadi perdebatan antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dengan serikat pekerja yang hadir.

Rapat dewan pengupahan tersebut dipimpin langsung oleh Plt Kepala Disnaker Inhu, Slamet.

Rapat dimulai pada pukul 10.00 Wib sampai dengan pukul 14.00 Wib. Pada rapat tersebut, Apindo mengajukan kenaikan UMK Inhu tahun 2019 hanya sekira 8,03 persen sesuai dengan angka inflasi tahun 2018.

Baca: Belum Capai Target, Vaksinasi MR di Kabupaten Inhu Dilanjutkan Sampai Desember

Baca: Peserta CPNS Inhu Diimbau Hadir Dua Jam Sebelum Ujian Dimulai

Baca: VIDEO: Jadwal Ujian CPNS Inhil Berakhir Besok, Dilanjutkan dengan Peserta Ujian dari Inhu

Angka ini menurut Sekretaris Apindo Inhu, R Jhon Efendi juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015.

Namun dari pihak serikat pekerja yang hadir meminta agar angka kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar empat persen juga turut dimasukan.

Sehingga kenaikan UMK tahun 2019 mencapai 12 persen atau sekira Rp 3.082.030. Namun hal ini mendapat penolakan dari Apindo Inhu.

"Kalau UMK sudah sebesar itu, mau berapa lagi upah minimum sektoral," kata Jhon.

Halaman
12
Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved