Rokan Hulu

Warna Warni Kembang Api Meriahkan Malam Pembukaan MTQ XVIII ‎Tingkat Kabupaten Rohul

Warna warni kembang api yang menghiasi langit dataran tinggi Pematang Baih saat pembukaan MTQ XVIII tingkat Kabupaten Rokan Hulu

Warna Warni Kembang Api Meriahkan Malam Pembukaan MTQ XVIII ‎Tingkat Kabupaten Rohul
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Warna Warni Kembang Api Meriahkan Malam Pembukaan MTQ XVIII ?Tingkat Kabupaten Rohul 

Warna Warni Kembang Api Meriahkan Malam Pembukaan MTQ XVIII ‎Tingkat Kabupaten Rohul

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Warna warni kembang api yang menghiasi langit dataran tinggi Pematang Baih saat pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVIII tingkat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tahun 2018 pada Kamis (1/11/2018) malam.

Dimana, pembukaan MTQ ke XVIII ‎ini dibuka langsung oleh Bupati Rohul, H Sukiman, bersama Kapolres Rohul, AKBP M Hasyim Risahondua, diwakili oleh Waka Polres Kompol Willy Kartamana, Kalapas Kelas IIB Pasirpangaraian, M Lukman, Ketua PN Sarudi, dan tamu undangan lainya.

Baca: Lika-Liku Bidan Muda dan Cantik Hadapi Rayuan Pasien, Ini Akun Instagram dan Foto Cantik Mereka

Baca: Pekan Ini Laga Terakhir Piala Soeratin U-13 Zona Riau

Pembukaan MTQ tersebut ditandai dengan pemencetan sirinai dan dentuman kembang api yang membuat pembukaan MTQ semakin meriahkan.

Dalam sambutannya, Bupati Rohul, H.Sukiman, mengungkapkan, MTQ tingkat kabupaten ke XVIII ini bisa dijadikan moment untuk mencintai Al-Quran yang merupakan pedoman hidup.

Ia menambahakan, hidup di zaman teknologi yang berkembang pesat, tentunya nilai nilai agama merupakan benteng dalam menghadapi pengaruh-pengaruh budaya luar yang‎ bisa merusak nilai persatuan dan kesatuan.

Diakuinya, di zaman perkembangan elektronik ‎ begitu pesat ini, bagaikan dua bilah mata pisau yang bisa berpengaruh buruk dan baik bagi generasi muda Islami di Rohul.

Baca: Riau Hanya Urutan 3 Besar di Kejurwil Panjat Tebing 2018

Baca: Persentase Realisasi Imunisasi Vaksin MR Terrendah di Kampar, Masyarakat Tidak Mau Anaknya Divaksin

"Jadi karena pesatnya teknologi dan informasi, nilai-nilai Islami ini sebagai benteng kita dalam menepis pengaruh buruk dari luar, seperti paham radikalisme dan lainya," katanya.

Sukiman mengaku, sebagai negeri seribu suluk, sudah sepatutnya generasi muda mengamalkan nilai nilai Islami, dan syiar islam, melalui kegiatan MTQ yang sedang dilaksanakan. ‎

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved