Periode Januari Sampai September 2018, Nilai Ekspor Riau Naik 4,35 Persen

Nilai ekspor Riau di bulan September 2018 mencapai US$ 1.37 miliar. Capaian sebesar itu masih rendah bila dibanding Agustus 2018.

Periode Januari Sampai September 2018, Nilai Ekspor Riau Naik 4,35 Persen
istimewa
ILUSTRASI - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan secara resmi melepas ekspor perdana kopra putih milik CV. Amarta ke PT. Marico Bangladesh di halaman CV Amarta, Jalan Raya Linyas Samudera II, Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Rabu (24/1/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Nilai ekspor Riau di bulan September 2018 mencapai US$ 1.37 miliar.

Keterangan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Kamis (1/11/2018) lalu, bahwa berdasarkan harga Free On Board (FOB), capaian sebesar itu masih rendah bila dibanding Agustus 2018 yang mencapai sebesar US$ 1.48 miliar.

"Bulan september nilai ekspor Riau turun sebesar 7,10 persen dibanding ekspor bulan Agustus 2018," jelas Kepala BPS Provinsi, Aden Gultom.

Baca: Video: Live Streaming MotoGP Sepang Malaysia 2018 di Trans7, Pukul 10.00 WIB

Ia menyebut, penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya ekspor migas sebesar 30,63 persen dan nonmigas 1,35 persen.

Ekspor migas dari US$ 290.12 juta di bulan Agustus 2018, turun menjadi US$ 201.26 juta di bulan September 2018.

"Demikian juga ekspor non migas, dari US$ 1.19 miliar pada bulan Agustus, turun menjadi US$ 1.17 miliar pada bulan September," terang Aden.

Aden menerangkan, meski terjadi penurunan antar bulan, namun dibanding periode yang sama, ekspor Riau pada Januari sampai September 2018 justru mengalami kenaikan nilai sebesar 4,35 persen.

Baca: VIDEO: Detik-detik Marquez & Dovizioso Terjatuh Saat Kualifikasi MotoGP Malaysia

Ditopang oleh naiknya ekspor migas sebesar 24,61 persen dan ekspor non migas sebesar 0,92 persen.

"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah sebesar 24,39 persen dan ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 26,20 persen," ujarnya.

Terkhusus untuk non migas, ekspor Septermber 2018 penurunan terbesar terjadi pada produk kimia sebesar US$ 27.67 juta, bahan-bahan nabati sebesar US$ 3.85 juta, dan tembakau US$ 2.09 juta.

"Kenaikan terbesar terjadi pada kertas dan karton sebesar US$ 15.52 juta, bubur kayu US$ 2.71 juta, serta ampas dan sisa industri makanan US$ 1.11 juta. Walau demikian, ini belum bisa mendongkrak nilai ekspor Riau," katanya.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini: Keuanga Cancer Terganggu, Sagitarius Memesona

"Selama Januari sampai September 2018, dari ekspor 10 golongan barang utama non migas memberikan kontribusi yang sangat besar yakni 99,33 persen terhadap total ekspor non migas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama non migas tersebut mengalami kenaikan 0,85 persen di banding periode yang sama tahun 2017," ulasnya. (*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved