Arus Digital Suburkan Tanah Tandus di Ujung Kota Pekanbaru

Taman Bunga Impian Okura di Pekanbaru menjadi viral setelah ramai di perbincangkan oleh warganet. Destinasi wisata itu berada di bibir sungai Siak

Arus Digital Suburkan Tanah Tandus di Ujung Kota Pekanbaru
tribunpekanbaru.com/Firmauli Sihaloho
Taman Bunga Impian Okura di Jalan Raja Panjang, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. 

 “Gila kau ni, orang bodoh, kurang kerjaan. Begitu orang-orang disini menanggapi ide saya untuk membuat taman bunga pada April 2017 lalu. Mereka bilang begitu karena cuaca dan kondisi tanah disini tandus. Jadi tidak memungkinkan untuk bunga tumbuh. Meski begitu, saya tidak peduli,” katanya.

 Muslim mengatakan, ide taman bunga ini beranjak dari pengalaman pribadinya ketika bertemu masyarakat Pekanbaru yang umumnya tidak mengetahui keberadaan Okura.

 “Padahal, wilayah Okura ini sudah ditempati sebelum kemerdekaan. Tetapi, banyak orang yang tidak tahu dengan daerah ini,” tegasnya. Muslim pun berpikir solusi dan tindakan apa yang bisa Ia perbuat agar masyarakat luas mengetahui Okura. Terlintaslah tempat wisata.

Pengunjung bersantai di tepian sungai Siak di Taman Bunga Impian Okura, Pekanbaru
Pengunjung bersantai di tepian sungai Siak di Taman Bunga Impian Okura, Pekanbaru (tribunpekanbaru.com/Firmauli Sihaloho)

 Okura yang dilintasi sungai terdalam di Indonesia ini cukup atraktif untuk dikembangkan. Menurutnya, sungai Siak bisa menjadi modal awal dirinya untuk meciptakan suatu tempat wisata.

 “Setelah sungai Siak, tentu harus ada wahana yang beda dan menarik. Taman Bunga menjadi pilihan saya. Selain belum ada di Pekanbaru, taman bunga lebih menarik bagi para anak muda sekarang yang hobi berfoto,” tutur pemuda yang tak tamat SD ini.

 Ide taman bunga ini juga diperkuat lewat beberapa survei yang ia lakukan. Muslim berselancar di internet mencari tahu dan mempelajari perilaku masyarakat kekinian. Kesimpulan yang Dia dapatkan adalah foto dan media sosial.

 “Ternyata hobi anak-anak zaman sekarang itu berfoto-foto. Mereka mengunjungi tempat yang unik dan menarik lalu membagikannya di media sosial,” kata Muslim sambil memperlihatkan beberapa foto destinasi wisata lewat smartphonenya.

 Yakin dengan pilihannya untuk membangun taman bunga, bersama 20 pemuda setempat, Muslim mulai menggarap taman bunga.

Memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggalnya dan meminta izin kepada pemilik, mereka memulai tahap demi tahap. Semak belukar tadi dibabat habis hingga menghasilkan lahan yang terlihat bersih, tidak tandus, dan cocok ditanami bunga. Untuk jenis bunga, mereka memulai dengan bibit bunga yang mudah dijumpai dan ditanam, seperti bunga kancing, marigold, celosia pagoda, jengger ayam dan matahari.

Akan tetapi, sebulan berlalu, Muslim ditinggal oleh temannya karena tuntutan ekonomi yang mengharuskan mereka untuk mencari pekerjaan. Muslim yang seorang diri tetap gigih melanjutkan impiannya itu. Semangat Muslim kembali berkobar berkat perhatian pemerintah setempat yang mulai melirik dan memberikan pelatihan kepada Muslim. Melalui program ini, kerja Muslim agak terbantu.

Halaman
1234
Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved