Berita Riau

BBKSDA Riau Lepasliarkan Sejumlah Satwa Dilindungi

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melepasliarkan sejumlah satwa dilindungi.

BBKSDA Riau Lepasliarkan Sejumlah Satwa Dilindungi
Istimewa
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melepasliarkan sejumlah satwa dilindungi. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melepasliarkan sejumlah satwa dilindungi.

Sebelum dilepasliarkan, satwa-satwa yang terdiri dari 2 ekor beruang madu (Helarctos malayanus), seekor macan akar (Felis bengalensis), dan seekor kukang (Nycticebus councang) ini ditempatkan di kandang transit BBKSDA.

Baca: Rute Tour de Singkarak 2018 Etape 5, Pebalap akan Tempuh Kabupaten Limapuluhkota-Pasaman 170,5 km

"Pelepasanliaran satwa dilindungi ini dilakukan pada Senin lalu bertepatan dengan hari Cinta Puspita dan Satwa Nasional," kata Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati, Rabu (7/11/2018).

"Satwa liar tersebut dilepas liarkan di kawasan konservasi dalam pengelolaan BBKSDA Riau yang jauh dari pemukiman penduduk dan merupakan habitatnya," kata Dian.

Lanjut Dian, pelepasliaran satwa-satwa tersebut, dilakukan di habitat mereka, di kawasan konservasi yang masih dalam pengelolaan BBKSDA Riau. Tentunya, jauh dari pemukiman penduduk.

Baca: 80 Pelajar dan Mahasiswa di Pekanbaru Terinfeksi HIV AIDS, Meningkat dari Tahun 2017

Kegiatan pelepasliaran satwa dilindungi ini dipimpin drh Rini Deswita. Dengan turut didampingi bersama Polisi Kehutanan, para medis, perawat satwa dan anggota BBKSDA Riau lainnya.

Disebutkan dia, satwa tersebut awalnya merupakan hasil dari penyerahan warga, penyitaan maupun temuan di lapangan.

Sebelum dilepasliarkan, satwa-satwa ini terlebih dahulu dicek kesehatannya. Mereka juga sudah melalui serangkaian observasi.

Baca: Kronologi Maria Ozawa Diperiksa Imigrasi di Bali, Barbie Nouva Ungkapkan Kekecewaannya

Setelah dirasa siap, barulah mereka dilepasliarkan ke alam bebas.

"Adapun tujuan pelepaliaran adalah selain mengembalikan satwa tersebut ke habitatnya juga agar satwa dapat berkembangbiak secara alami. Demi menghindari kepunahan dan terjaganya ekosistem yang ada," pungkasnya. (*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved