Berita Riau

DPRD Riau Dukung Rencana Pembangunan Alquran Center oleh Gubri Terpilih

Pihak DPRD Riau mendukung adanya rencana Al-Quran Center, dengan memanfaatkan lahan purna MTQ yang berada di Jalan Sudirman

DPRD Riau Dukung Rencana Pembangunan Alquran Center oleh Gubri Terpilih
Foto/net
ILUSTRASI - Komplek Purna MTQ beberapa tahun lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pihak DPRD Riau mendukung adanya rencana Al-Quran Center, dengan memanfaatkan lahan purna MTQ yang berada di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Baca: Debit Air PLTA Koto Panjang di Kampar Naik, Tinggi Bukaan Pintu Waduk Ditambah 20 Cm

Rencana tersebut merupakan wacana dari tim transisi yang mewakili rencana dan program Gubernur Riau terpilih, Syamsuar sebelumnya, yang sudah dikemukakan dan dibahas bersama pemprov Riau secara garis besar.

"Kita sangat setuju lahan purna MTQ dipakai untuk kemaslahatan umat. Purna MTQ itu memiliki nilai sejarah, karena pernah digunakan sebagai tempat pelaksanaan MTQ nasional dulunya," kata Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (7/11).

Baca: VIDEO: Niat Sampaikan Aspirasi, Massa GPPI Dapati Gedung DPRD Kampar Sepi

Dengan adanya Al-Qur'an Center nantinya, menurut pria yang akrab disapa Dedet ini sangat penting bagi generasi muda untuk belajar memahami dan mendalami Al-Qur'an serta tafsir, untuk menangkal adanya hal-hal negatif di kondisi saat ini, seperti narkoba, LGBT dan lainnya.

"Ini bisa mengantisipasi berbagai macam hal negatif yang muncul saat ini bagi generasi muda kita," imbuhnya.

Namun menurut politisi Demokrat ini, pihak Pemprov harus melakukan dulu penghapusan aset purna MTQ.

Baca: VIDEO: Niat Sampaikan Aspirasi, Massa GPPI Dapati Gedung DPRD Kampar Sepi

Karena jika langsung dilakukan pembangunan tanpa penghapusan aset, maka akan terjadi kegandaan aset di sana nantinya, sementara fisiknya hanya satu.

"Pembangunan Al-Qur'an Center juga harus sekaligus dilakukan penghapusan aset, jangan sampai seperti dengan Ritos, mereka membangun tanpa prosedur bangunan, yang dikembangkan jangan dijadikan tempat biliar atau hotel," ujarnya. (*)

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved