Lion Air Jatuh

Kenang Korban Lion Air PK-LQP, MA dan IKAHI Pusat Ikut Tabur Bunga dan Doa Bersama

Doa bersama saat proses tabur bunga mengenang jatuhnya pesat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Pakis Karawang pada 6 November 2018.

Kenang Korban Lion Air PK-LQP, MA dan IKAHI Pusat Ikut Tabur Bunga dan Doa Bersama
Istimewa
Perwakilan dari MA dan IKAHI Pusat Disiplin F Manao bersama dengan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Muhammad Syaugi dan tim evakuasi Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mahkamah Agung bersama dengan Ikatan Keluarga Hakim Indonesia (IKAHI) Pusat melakukan doa bersama saat proses tabur bunga mengenang jatuhnya pesat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Pakis Karawang pada 6 November 2018.

Kegiatan yang dilakukan bersama dengan seluruh keluarga korban meninggal itu dilangsungkan dengan menggunakan dua kapal disediakan TNI AL, yakni KRI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh.

Baca: Keluarga Korban Pesawat Lion Air Jatuh: Saya Mohon Pak Rusdi Berdiri

Baca: Sayap Pesawat Lion Air JT 633 Bengkulu-Jakarta Dikabarkan Rusak Diduga Tabrak Tiang

Bukan tanpa alasan MA dan IKAHI Pusat melakukan hal tersebut, sebanyak 4 orang Hakim turut menjadi korban dalam insiden pesawat jatuh itu.

Mereka diantaranya adalah Ayuningtyas Upiek Kartikawati, Hasnawati, Rijal Mahdi dan Ikhsan Riyadi Fitrasyah turut menjadi penumpang dalam pesawat tersebut.

Disampaikan oleh Koordinator Bidang Kemanusiaan IKAHI Pusat Disiplin F Manao, prosesi doa bersama dilakukan secara berturut-turut berdasarkan tata cara agama Islam, Katholik, Protestan, Hindu dan Budha.

"Doa bersama ini kita lakukan agar para arwah penumpang Lion Air JT 610 ini mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya," ungkap Disiplin.

Baca: Update Pesawat Lion Jatuh: Hari Ke-10, Ini Temuan Tim SAR dan Data 44 Korban Teridentifikasi

Baca: Angkut Durian 3 Ton, Penumpang Pesawat Sriwijaya Air Menolak Terbang & Ingatkan Kecelakaan di Medan

Dia juga menjelaskan, tabur bunga pada kesempatan pertama dilakukan oleh kepala Basarnas dan diikuti oleh masing-masing perwakilan instansi yang berkesempatan hadir disana.

Setelah acara doa dan tabur bunga, kegiatan dilanjutkan dengan salat zuhur dan ditutup dengan salat ghoib bersama-sama.

"Dengan dilakukannya kegiatan ini, sekaligus juga kami menutup kebersamaan kami di Posko IKAHI Pusat di Tanjung Priok bersamaan dengan tuntasnya kegiatan evakuasi dilakukan oleh pemerintah, yaitu pada 7 November 2018 besok," tutupnya. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved