Rokan Hulu

Program PTSL, BPN Rohul Telah Ukur 20.000 Bidang Tanah Masyarakat

Terkait pelaksanaan program PTSL tersebar Rohul, BPN Rohul telah lakukan pengukuran 20.000 bidang tanah masyarakat.

Program PTSL, BPN Rohul Telah Ukur 20.000 Bidang Tanah Masyarakat
Internet
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra.

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Terkait pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tersebar di Rokan Hulu (Rohul), Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Rohul telah lakukan pengukuran 20.000 bidang tanah masyarakat.

Dari jumlah tersebut, termasuk di dalamnya pengukuran untuk penerbitan sertifikasi tanah nelayan tangkap, nelayan budidaya dan Usaha Kecil Menengah dan sertifikasi tanah wakaf.

Baca: Kejurnas Belum Selesai, Dayung Riau Sudah Raih Dua Emas

Kepala BPN Kabupaten Rohul, Tarbarita mengungkapkan, dari 20.000 pengukuran fisik bidang lahan atau tanah oleh BPN Rohul, sekitar 2000 bidang diantaranya hanya sampai ke pemetaan bidang, karena ada kendala teknis dan tidak memenuhi persyaratan.

Diakuinya, sekitar 17.000 bidang tanah tinggal proses penyelesaian penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM). Dari jumlah itu, sudah dilakukan pengambilan nomor hak miliknya yang telah mendekati 16.000.

Lebih lanjut dijelaskanya, kendala yang dihadapi BPN dalam pelaksanaan program PTSL di Rohul, yakni dari segi SDM karena personilnya terbatas.

Baca: Waduh, Mistar Ukur Elevasi Sungai Kampar Malah Dicuri, Padahal Penting Saat Musim Penghujan

Namun karena dukungan semangat dari personil yang ada, pelaksanaan PTSL bisa dilakukan dan memenuhi target yang ditetapkan tahun ini.

"Berharap kedepannya, sinergis program BPN dengan Pemerintah Kabupaten Rohul dalam percepatan pelaksanaan program PTSL di seluruh wilayah Indonesia. SKB 3 Menteri tentang pembiayaan persiapan PTSL, harus diketahui oleh instansi pemerintah dan masyarakat," jelasnya.

Tarbarita juga sangat mengharapkan, dukungan dari Kades beserta perangkat desa dan partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan program PTSL di Kabupaten Rohul.

"Secara bertahap, kita melakukan sosialisasi tahapan pelaksanan program PTSL dan di desa dan kecamatan yang ada di Rohul. Kemudian, juga lakukan penerbitan sertifikat, pengumpulan data yuridis, pengukuran, pemeriksaan tanah biayanya ditanggung oleh APBN," ungkapnya.

Baca: 4 Usaha Waralaba Tanpa Izin di Kampar Ditutup Paksa

Dirinya menghimbau kepada masyarakat, agar memanfaatkan program PTSL yang dilaksanakan BPN.

Pasalnya selain adanya kepastian hukum hak atas tanahnya, juga dapat menjadi capital aset (modal usaha) yang memudahkan akses kepada sumber biaya (perbankan) dan nilai ekonomis tanah masyarakat akan menjadi lebih tinggi.

"PTSL ini juga untuk memperkuat posisi tawar apabila hak atas tanah diperlukan pihak lain untuk kegiatan pembangunan, memberikan kepastian batas bidang tanah, sehingga dapat meminimalisir sengketa kepemilikan tanah," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved