Kampar

Waduh, Mistar Ukur Elevasi Sungai Kampar Malah Dicuri, Padahal Penting Saat Musim Penghujan

Kepala Pusdalops pada BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita mengaku kesulitan mengukur tinggi elevasi Sungai Kampar.

Waduh, Mistar Ukur Elevasi Sungai Kampar Malah Dicuri, Padahal Penting Saat Musim Penghujan
Facebook PLTA Koto Panjang
ILUSTRASI - Waduk PLTA Koto Panjang 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kepala Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) pada BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita mengaku kesulitan mengukur tinggi elevasi Sungai Kampar.

Di sepanjang aliran Sungai Kampar, tidak ada alat pengukur tinggi elevasi.

Baca: Link Live Streaming China Open 2018, Delapan wakil Indonesia Tampil di Hari Kedua

Chandra mengungkapkan, sebenarnya pada tahun 2016 dan 2017, BPBD Kampar sudah memasang tujuh unit Mistar Ukur di aliran Sungai Kampar.

Tersebar di Kecamatan Kuok sampai Tambang. Namun semua hilang.

"Belum 12 jam, baru sebentar dipasang, sudah hilang. Lesap," ungkap Chandra, Rabu (7/11/2018). Mistar yang terbuat dari besi itu dicor dalam drum. Kemudian ditanam ke dalam dasar sungai.

Pihaknya juga memasang pengumuman berupa spanduk berisi peringatan tentang pengaruh dibukanya pintu pelimpah Waduk PLTA Koto Panjang. Dua buah spanduk dipampang di sekitar aliran Sungai Kampar.

Baca: VIDEO: Puluhan Petani Rohul Demo di Polda Riau, Tuntut Pembatan SKT Hutan Lindung Sei Mahato

"Spanduk seperti banner gitu, juga nggak ada lagi," katanya.

Menurut Chandra, BPBD Kampar belum memutuskan adanya pemasangan Mistar Ukur kembali.

Pihaknya akan berkoordinasi meminta kesediaan Camat dan Kepala Desa agar peralatan dijaga bersama-sama.

Halaman
12
Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved