Kepulauan Meranti

Atasi Krisis Air Bersih, Desa di Meranti Diminta Kembangkan Sarana PAMSIMAS

Sejauh ini, sangat sedikit desa penerima bantuan PAMSIMAS yang mampu mengembangkan fasiltas tersebut dengan baik.

Atasi Krisis Air Bersih, Desa di Meranti Diminta Kembangkan Sarana PAMSIMAS
tribunpekanbaru/guruh
Camat Tebingtinggi Barat, Helfandi meninjau bak pengelolaan air gambut bantuan Kemendes PDTT di Desa Kundur. 

Atasi Krisis Air Bersih, Desa di Meranti Diminta Kembangkan Sarana PAMSIMAS

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG- Sejumlah desa di Meranti yang telah memiliki fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) diminta untuk berinovasi dalam mengembangkan fasiltas tersebut.

Sejauh ini, sangat sedikit desa penerima bantuan PAMSIMAS yang mampu mengembangkan fasiltas tersebut dengan baik.

Akibatnya, PAMSIMAS yang dibangun hanya dapat memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci saja.

Sedangkan untuk keperluan makan dan minum, warga desa yang telah menerima bantuan PAMSIMAS masih mengandalkan air hujan.

Baca: Bapenda Pekanbaru Pasang 80 Unit Alat Perekam Transaksi, Sasar Pusat Perbelanjaan

Baca: KI Permudah Masyarakat Mendapatkan Informasi Melalui SOP Baru

"Air PAMSIMAS harus diolah lagi, tak bisa digunakan untuk makan dan minum. Kondisi alam di Kepulauan Meranti memang seperti itu. Sebab itu harus ada kebijakan dari pemerintahan desa masing-masing," ujar Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri, Kamis (8/11/2018).

Syaiful menjelaskan, air baku yang digunakan PAMSIMAS di Kepulauan Meranti berasal dari dua sumber, tergantung permintaan warga desa.

Dua sumber air baku tersebut yaitu, air permukaan yang didapat dengan cara dibor dan air gambut yang didapat dengan cara disedot di sungai atau kanal.

"Keduanya harus diolah terlebih dahulu. Air baku yang didapatkan dengan cara dibor rasanya tetap payau, sedangkan air gambut juga harus diolah lagi," ujarnya.

Baca: Pemko Dumai Sedang Gesa Pembahasan APBD Murni 2019

Baca: FOTO : Mobil Street Sweeper Bersihkan Jalan Jenderal Sudirman

Untuk mengolah produksi air PAMSIMAS tersebut kata Syaiful, pemerintah desa bisa menggunakan mesin Reverse Osmosis (RO) yang umum digunakan oleh industri kecil pengolah air minum kemasan dan isi ulang.

Dengan alat tersebut, warga di desa penerima bantuan fasilitas PAMSIMAS bisa menikmati air bersih yang laik minum.

"Pemerintah kan hanya membangun infrastuktur dasarnya saja, tinggal pemerintah desa yang menginvestasikan anggarannya untuk pengembangan PAMSIMAS," ujar Syaiful.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved