Berita Riau

Keluarga Pasrah Mahmud Marzuki Belum Dianugerahi Pahlawan Nasional Tahun Ini

Keluarga Mahmud Marzuki pasrah jika Mahmud Marzuki belum dianugerahi titel Pahlawan Nasional pada tahun ini

Keluarga Pasrah Mahmud Marzuki Belum Dianugerahi Pahlawan Nasional Tahun Ini
Tribun Pekanbaru/Fernando Sihombing
Dua lukisan yang menggambarkan sikap heroik Mahmud Marzuki di Kampar 

"Inilah peran dari keluarga yang bisa. Mungkin yang lebih dari situ, nggak bisa," kata Silvia.

Baca: Empat Pemuda Komplotan Pembobol Rumah di Inhil Berhasil Ditangkap Polisi

Baca: Klasemen Sementara Grup A Piala AFF Suzuki Cup 2018, Malaysia Posisi Kedua

Mahmud dikenal dengan sosok pengibar bendera Merah Putih pertama di Bangkinang pascaproklamasi, 9 September 1945.

Mahmud telah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional selama bertahun-tahun.

Keterkenalan pria kelahiran 1911 itu bahkan sampai ke Sumatera Barat.

Menurut referensi yang diajukan ke Kementerian Sosial, perjuangannya membela tanah air dari penjajahan Belanda dimulai pada 1936.

Kala itu, dia belajar di Aligar Muslim University India melalui Perak-Malaysia jajahan Inggris sampai 1938.

Pada 1939 sampai 1942, Mahmud menjalankan misi sebagai guru dan mengajarkan Agama Islam.

Bersamaan memupuk jiwa nasionalisme dan menyerukan semangat persatuan pada setiap dakwah.

Sampai mendirikan Kepanduan Hizbul Wathan di Air Tiris.

Baca: MENGEJUTKAN, Hanya Tiga Pelamar CPNS 2018 di Pemkab Rohil yang Lulus SKD Berbasis CAT

Baca: HASIL AKHIR Laos Vs Vietnam Penyisihan Grup A Piala AFF 2018, Vietnam Menang 3-0

Memasuki masa penjajahan Jepang, Mahmud terus berjuang melalui dakwah.

Halaman
1234
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved