Kepulauan Meranti

Pemadaman Dilakukan Warga, Kecamatan Rangsang Rencanakan Penanggulangan Damkar Mandiri

Pemadaman kebakaran yang terjadi di Kecamatan Rangsang selalu dilakukan warga, maka pemerintah Kecamatan Rangsang merencanakan pemadaman mandiri

Pemadaman Dilakukan Warga, Kecamatan Rangsang Rencanakan Penanggulangan Damkar Mandiri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi
Sosmed Tribun Pekanbaru 

Pemadaman Dilakukan Warga, Kecamatan Rangsang Rencanakan Penanggulangan Damkar Mandiri

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Pemadaman kebakaran yang terjadi di Kecamatan Rangsang selalu dilakukan warga, maka pemerintah Kecamatan Rangsang merencanakan penanggulangan pemadam kebakaran (damkar) mandiri.

Kebutuhan Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Damkar sebenarnya telah lama diidam-idamkan oleh sejumlah kecamatan di Kepulauan Meranti.

Baca: VIDEO: Massa Bara Api Gelar Desak Gubernur Riau Cabut Izin PT. CDSL Pelalawan

Baca: Link Streaming Piala AFF Futsal 2018 Indonesia vs Thailand Live di MNC TV

Terutama kecamatan yang tidak terjangkau oleh Damkar BPBD.

Kecamatan Rangsang misalnya, hingga saat ini penanggulangan kebakaran bangunan dan permukiman di wilayah tersebut masih dilakukan oleh warga.

Akibatnya, pemadaman kebakaran tidak berjalan optimal.

"Namanya juga warga yang tidak mendapat pelatihan dan memiliki peralatan khusus pemadam, hasilnya tak akan maksimal. Kita sangat butuh UPT untuk berdiri di Rangsang," ujar Sekretaris Camat Rangsang, Rayan Pribadi, Kamis (8/11/2018).

Baca: Mahmud Marzuki Gagal Dianugerahi Pahlawan Nasional,Tak Masuk Nama yang Diumumkan Presiden

Baca: Perempuan Cantik Ini Ditangkap Polisi karena Kedapatan Miliki Pil Ekstasi

Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti terkait penanggulangan kebakaran rumah dan permukiman di wilayahnya.

Bahkan pihak kecamatan Rangsang berinisiatif untuk meminta BPBD menekan pelatihan penanggulangan kebakaran gedung dan permukiman kepada pegawai Kecamatan Rangsang.

"Kami sangat memaklumi dengan kondisi BPBD, sebab itu kami minta mereka memberi pelatihan jelang terbentuknya UPT di Rangsang," ujarnya.

Rayan juga mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak pengelola sistem penyedia air minum (SPAM) Tanjung Samak untuk memasang hydrant di sekitar kawasan padat permukiman.

Baca: VIDEO: Pertandingan AS Abadi vs PS Bangka Selatan 3-2 Liga 3 Putaran Nasional Pendahuluan

Baca: Segera Hadir, Bioskop di Mal Pekanbaru, Ucapan Selamat Ultah dari Tribun Pekanbaru

Jika terjadi bencana kebakaran di padat pemukiman, pegawai kecamatan yang telah dilatih oleh BBPD bisa menggunakan hydrant tersebut untuk memadamkan kebakaran.

"Untuk alat pemadamnya, kami bisa gunakan mesin Damkar Karhutla. Penanggulangan kebakaran bisa cepat diakukan sehingga korban dan dampaknya terminimalisir," ujarnya. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved