Pekanbaru

Relokasi Pedagang Pasar Induk Sementara Gagal Dilakukan, Ini Penyebabnya

Sejumlah pedagang menolak dipindahkan dari belakang terminal ke pinggi jalan akses masuk di belakang terminal karena lokasinya tidak memadai.

Relokasi Pedagang Pasar Induk Sementara Gagal Dilakukan, Ini Penyebabnya
Penertiban pedagang buah oleh Satpol PP Padang di Jalan Ahmad Yani
Penertiban pedagang buah oleh Satpol PP Padang di Jalan Ahmad Yani 

Sementara Kepala Satpol PP Pekanbaru, Agus Pramono mengaku akan kembali mematangkan rencana relokasi pedagang pasar induk sementara ini dengan dinas terkait.

Yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan dan Dinas Pemadam Kebakaran.

Sebab di lokasi tersebut akan dibangun gedung pengujian kendaraan atau KIR yang ada dibawah naungan dinas perhubungan.

Selain itu, akses jalan yang akan dijadikan tempat relokasi pedagang juga menjadi akses jalan keluar masuknya mobil pemadam kebakaran.

"Kita masih akan duduk bersama lagi untuk mematangkan penggeseran pedagang ini. Baik dengan Disperindag, Dishub dan Damkar," katanya.

Baca: VIDEO: Banjir Merendam Empat Dusun di Desa Kuantan Tenang, Warga Terpaksa Gunakan Rakit

Pihaknya mengaku belum bisa mengambul tindakan tegas untuk memindahkan pedagang ke lokasi yang sudah disepakati.

Sebab masih ditemukan sejumlah persoalan dan keluhan pedagang yang harus dicarikan solusinya.

"Pedagang mengaluhkan lokasi yang baru ini kurang representatif. Sehingga perlu dicarikan jalan keluarnya," ujarnya.

Selain itu, akses jalan yang akan dijadikan tempat bongkar muat pedagang yang menggunakan akses jalan keluar masuk mobil Damkar juga masih akan dikaji kembali.

Sebab pihaknya tidak ingin pemindahan pedagang ke lokasi yang baru ini justru bisa menimbulkan masalah baru.

"Kalau mereka berjualan di badan jalan kan menyalahi aturan. Apalagi itu kan akses jalan mobil Damkar. Kalau jalanya ditutup pedagang mobil Damkar tidak bisa keluar, kan ini juga harus dipertimbangkan lagi seperti apa nanti penataanya," katanya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved