Rokan Hulu

Diskes Rohul Temukan 19 Kasus DBD Selama Oktober dan September 2018

Dinas Kesehatan (Diskes) Rokan Hulu (Rohul) temukan 19 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama Oktober dan September 2018

Diskes Rohul Temukan 19 Kasus DBD Selama Oktober dan September 2018
TribunPekanbaru/DoddyVladimir
DIRAWAT - Seorang anak menderita Demam Berdarah (DBD) sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, Kamis (7/1). Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mendata selama 2015 jumlah penderia DBD mencapai 502 jiwa dan seorang di antaranya meninggal dunia, dimana jumlah tersebut meningkat lebih dari 100 persen dari jumlah kasus DBD pada 2014 yang mencapai 209 kasus. 

Dinkes Rohul Temukan 19 Kasus DBD Selama Oktober dan September 2018

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Dinas Kesehatan (Diskes) Rokan Hulu (Rohul) temukan 19 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama Oktober dan September 2018.

Dimusim penghujan yang sudah berlangsung sekitar sebulan lamanya ternyata membuat berkembangnya nyamuk aides aigepty, sehingga menyebabkan beberapa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ditemukan.

Baca: PERINGATAN Bagi Warga Berusia di Atas 23 Tahun Tidak Rekam KTP Elektronik, Data Diblokir

Baca: Hasil Singapura Vs Indonesia 1-0, Piala AFF Suzuki Cup 2018, Klasemen Sementara Indonesia Nomor 3

Berdasarkan laporan diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul, sedikitnya telah terjadi 19 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah desa.‎

Kepala Dinkes Kabupaten Rohul dr. Bambang Priono, melalui Seketaris Dinkes Rohul drg. Septien Asmarwiati M.Kes, mengungkapkan sesuai laporan pada September 2018 ada 10 kasus DBD menyerang warga.

"Sedangkan di Oktober 2018 lalu, sedikitnya ada 9 kasus DBD, terdiri di Kecamatan Tambusai 3 kasus, Ujung Batu 3 kasus, Rambah 1 kasus, dan Kecamatan Tandun 3 kasus," katanya, Jumat (9/11/2018).

Baca: Hasil Timnas Timor Leste vs Thailand Piala AFF 2018 Skor 0-7, Thailand Panen Gol

Baca: DIpicu Oleh Musim Panen, Harga Cabe dan Bawang di Bengkalis Mengalami Penurunan

Ia menambahakan, dari 19 kasus DBD yang terjadi, 3 warga asal Kecamatan Tambusai yang terserang DBD sempat dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Rohul.

Menurut Septien, perkembangbiakan nyamuk aedes aegipty atau nyamuk penyebab DBD sangat cepat, sehingga harus dilakukan pemberantasan sarang nyamuk di sekitar rumah.‎

Diakuinya, langkah efektif untuk memberantas nyamuk sebenarnya bukan dengan fogging, sebab hal itu hanya mampu memberantas nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak mati.

"Cara paling ampuh untuk kita lakukan hanyalah melaksanakan tiga M, yaitu Menutup, Menguras dan Menimbun," terangnya.

Baca: Manager PT CSS Sebut Ada Jual Beli Lahan di Areal Perusahaan

Baca: Dinas PUPR Rohul Buka Jalan Baru di Rohul, Ini Panjang Jalan yang akan Dibangun

Untuk mencegah DBD menyebar, Septien mengimbau seluruh masyarakat Rohul untuk melaksanakan tiga M, sehingga jentik nyamuk tidak berkembang biak di dalam kaleng, ember dan ban bekas di sekitar rumah.

"Lebih baik mencegah dari pada mengobati," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved