Inhil

Kasus DBD Di Inhil Meningkat Tahun Ini, Dinkes Inhil Imbau Masyarakat Lakukan Hal Ini.

Masyarakat diimbau untuk memeriksa diri dan keluarga apabila terjadi sakit seperti, sakit perut, demam dan demam yang panjang

Kasus DBD Di Inhil Meningkat Tahun Ini, Dinkes Inhil Imbau Masyarakat Lakukan Hal Ini.
Tribunpekanbaru/TMuhammadFadil
Kepala Dinas Kesehatan Inhil Zainal Arifin (tengah) menyampaikan keterangannya didampingi Direktur RSUD PH Tembilahan dr. Saut Pakpahan dalam ekspose kasus DBD Inhil di Aula Kantor Dinas Kesehatan Inhil Jum'at (9/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN –Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, Zainal Arifin, menghimbau masyarakat Tembilahan dan sekitarnya untuk bersama-sama memberantas nyamuk di berbagai tempat yang mudah untuk di jangkau oleh nyamuk, apalagi Inhil merupakan daerah pasang surut yang rentan dengan berkembangnya nyamuk.

“Air pasang surut sudah sering terjadi di Inhil, tapi kita harus memberantas hal itu. Kita khawatir itu akan terjadi terus menerus,” ucap Zainal dalam ekspose kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di Aula Kantor Dinas Kesehatan Inhil, Jum'at (9/11/2018) pagi.

Baca: Polda Riau Sudah Terapkan Pasal TTPU Terhadap Bandar Narkoba

Baca: Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Merangkak Naik, Ini Tanggapan Disperindag

Lebih lanjut dikatakannya, pemberantasan nyamuk bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan antara lain, mengumpulkan tempat tampung air hujan, tempat penutup, menguras bak mandi, tempat sisa air dispenser, menaburkan bubuk Abate, menggunakan kelambu.

“Masyarakat diimbau untuk memeriksa diri dan keluarga apabila terjadi sakit seperti, sakit perut, demam dan demam yang panjang, agar lekas untuk membawa ke Puskesmas agar bisa diperiksa, masalah biaya bisa disesuaikan,” imbaunya.

Baca: Akses Jalan ke Desa Rantau Baru Masih Putus, Air Sungai Kampar Kembali Naik

Baca: PLN Area Rengat Jadwalkan Pemadaman Bergilir untuk Wilayah Rayon Rengat Kota

Terakhir mengenai permintaan penyemprotan (fogging), menurut Zainal sudah di atur oleh undang-undang dan pihak puskesmas memiliki prosedurnya tersendiri.

“Kami memang tidak terlalu menganjurkan pelaksanaan foging. foging itu memang membantu kita, namun kita harus tau siklus kehidupan. Karena foging tidak hanya membunuh nyamuk tapi juga serangga lainnya sehingga merusak ekosistem,” pungkasnya.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved