Berita Riau

Batas Pengesahan APBD Riau 2019 Tinggal 20 Hari, KUA PPAS RAPBD Riau 2019 Belum Ditandatangani

Batas akhir pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2019 tinggal 20 hari lagi, sementara KUA RAPBD Riau 2019

Batas Pengesahan APBD Riau 2019 Tinggal 20 Hari, KUA PPAS RAPBD Riau 2019 Belum Ditandatangani
antaranews.com
Ilustrasi RAPBD 

Batas Pengesahan APBD 2019 Tinggal 20 Hari, KUA PPAS RAPBD Riau 2019 Belum Ditandatangani

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Batas akhir pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2019 tinggal 20 hari lagi, sementara Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan APBD (RAPBD) Riau 2019 belum disepakati.

KUA PPAS RAPBD Riau 2019 belum disepakati atau ditandatangani oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Baca: HASIL SKD Berbasis CAT CPNS 2018, BKN Regional XII akan Rilis Hasilnya Pekan Depan

Baca: Suka Main Solo, FDJ Cantik Asal Pekanbaru Ini Memulai Karir dari Hobi, Ini Foto Cantik dan Aksinya

Namun demikian, pihak banggar DPRD Riau masih meyakini pengesahan atau ketuk palu bisa dilaksanakan sebelum akhir November 2018 ini, walau waktu tinggal sekitar 20 hari lagi, belum lagi hari libur kerja dikurangi.

Salah seorang anggota Banggar DPRD Riau, Suhardiman Amby menjelaskan, dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang baru, pembahasan harus lebih diintenskan saat KUA PPAS, sehingga ketika sudah ditandatangani KUA PPAS-nya,

"Dalam aturan baru Permendagri yang baru, pembahasan lebih diutamakan di KUA PPAS, disitu dimatangkan, selanjutnya baru penandatanganan MoU, dan pembahasan," kata Suhardiman kepada Tribun, Sabtu (10/11).

Ketika MoU sudah ditandatangani, maka pembahasan anggaran menurut Sekretaris komisi III DPRD Riau ini tidak lama waktunya, sekitar 2 sampai 3 hari.

Baca: Hasil Liga Spanyol 10 November 2018, Real Valladolid Vs Eibar 0-0, Ini Update Klasemen

Baca: Bocah 8 Tahun Dipersekusi Temannya Disuruh Minum Air Kencing, Dibilang Teh Manis, Ini Kata P2TP2A

"Kalau sudah tandatangan MoU, maka tidak lama lagi prosesnya paling dua atau tiga hari untuk pembahasan anggaran," ujarnya.

Sedangkan untuk pembahasan di Komisi menurut politisi Hanura ini jika hanya diperlukan oleh Banggar dan tidak wajib dilaksanakan. "Kalaupun dilaksanakan tidak lama, selanjutnya bisa dilaksanakan pengesahan," imbuhnya.

Hingga saat ini menurut Suhardiman pihaknya masih mencocokkan atau harmonisasi dengan penganggaran yang baru, terkait adanya penambahan anggaran hasil dari penghitungan selisih kenaikan harga minyak mentah dunia, yang sebelumnya APBD 2019 berjumlah Rp 8,3 triliun menjadi Rp 9,4 triliun.

"Saat ini penyelasrasan dengan penganggaran baru yang didapat kemaren, yang bertambah sebanyak Rp 1,1 triliun kmaren. Bertambahnya pendapatan dari 8,3 menjadi Rp 9,4 triliun," ujarnya.

Baca: Jawaban Mahfud MD saat Diminta Memilih Kuda atau Kodok hingga Jokowi atau Prabowo

Baca: UPDATE Pesawat Lion Air Jatuh: Ini Daftar 79 Jenazah Korban yang Sudah Diidentifikasi

Dia menambahkan, tidak banyak penganggaran yang berubah nantinya setelah dilakukan pembahasan KUA PPAS, karenanya sudah dimatangkan sejak awal jelang penandatanganan MoU, dengan demikian, ia yakin cepat akan tuntas dibahas dan disahkan.

"Kita optimis bisa cepat selesai, dan tidak akan terlambat," ujarnya. (*)

Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved