Setelah Sontoloyo Kini Sebut Politik Genderuwo, Jubir Prabowo: Pak Jokowi Sumber Kegaduhan Baru

Setelah menyebut Politikus sontoloyo yang kemudian menuai kontroversi, Jokowi kini menyebut politik genderewo.

Setelah Sontoloyo Kini Sebut Politik Genderuwo, Jubir Prabowo: Pak Jokowi Sumber Kegaduhan Baru
Kompas.com/Iihsanuddin
Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik Gesits di Istana Kepresidenan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jokowi kembali menggunakan istilah nyeleneh dalam pidatonya ketika menyinggung kondisi politik saat ini.

Setelah menyebut Politikus sontoloyo yang kemudian menuai kontroversi, Jokowi kini menyebut politik genderewo.

Juru Bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan bahwa Jokowi sekarang ini menjadi sumber kegaduhan baru.

Pernyataan Andre tersebut merespon perkataan Jokowi yang menyebut bahwa saat ini banyak politikus yang menggunakan politik genderuwo.

"Beliau (Jokowi) kini menjadi sumber kegaduhan baru, setelah politik kebohongan, sontoloyo, kini menyebut politik genderuwo, " kata Andre saat dihubungi, Jumat, (9/11/2018).

Baca: Plt Gubri Bersama Forkopimda Menghadap Jokowi untuk Pemberian Gelar

Baca: Dosen UIN Ini Sebut Standar Kelulusan SKD CPNS Keterlaluan, Jokowi dan Prabowo Bisa Saja Tak Lulus

Baca: Bawaslu Minta Kepala Daerah Riau Pendukung Jokowi Disanksi, Ini Kata Timses Jokowi-Maruf Amin

Terus dikeluarkannya pernyataan kontroversial tersebut menurut Andre menunjukkan bahwa Jokowi panik.

Andre mewajarkan kepanikan Jokowi tersebut karena berdasarkan survei internal elektabilitasnya mengalami stagnasi.

"Setelah surveinya (Jokowi) stuck dan terus didekati pak Prabowo, yang terjadi adalah kepanikan, dan mulai tidak produktif, dan berkomentar tidak jelas," katanya.

Seharusnya pada sisa periode pemerintahan, Jokowi sibuk bekerja.

Memperbaiki masalah ekonomi, dan mulai mengeliatkan ekonomi yang kini lesu.

"Bukannya sibuk bekerja tapi kini malah sibuk berkomentar yang engga perlu, menjadi masalah baru pak Jokowi sekarang," pungkasnya.

"Kita lihat dengan propaganda menakutkan, membuat kekhawatiran, dan membuat ketidakpastian. Masyarakat lalu digiring dan dibuat ragu ragu. Cara cara politik seperti ini tidak beretika, dan itu namanya politik genderuwo, menakut nakuti," kata Jokowi di Tegal, Jawa Tengah, Jumat, (9/11/2018). (Tribunnews)

Editor: Sesri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved