Berita Riau

Suka Pedas? Anda Bisa Panjang Umur, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bagi anda yang suka pedas, anda bisa panjang umur, dan ini memiliki alasan dan penjelasan ilmiah sesuai dengan zat yang dikandung cabai

Suka Pedas? Anda Bisa Panjang Umur, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Tribun Pekanbaru/kolase/ahlicabaiindonesia.blogspot.com
Suka Pedas? Anda Bisa Panjang Umur, Ini Penjelasan Ilmiahnya 

Mungkin ini salah satu cabai yang bentuknya paling aneh yang pernah ada, cabai ini dikenal juga dengan nama Peruvian Hot Pepper.

Red Savina Pepper

cabai ini adalah varietas khusus dari cabai Habanero, yang dikembangbiakkan khusus agar mendapat cabai yang lebih pedas, besar dan berat. Frank Garcia di Walnut, California adalah pengembang cabai Red Savina ini. Metodenya masih rahasia dan tidak diketahui umum. cabai ini memegang rekor sebagai cabai terpedas di dunia dari tahun 1994 sampai 2006 dan dicatat oleh Guinness World Records. Namun pada Februari 2007, cabai ini harus dikalahkan oleh bhut jolokia.

Thai Pepper

Thai Pepper dalam bahasa Indonesia. cabai Rawit, Sunda. Cengek, Thailand Thai. cabai ini banyak terdapat di Thailand dan tetangganya seperti Kamboja, Vietnam, Indonesia, dan sekitarnya. Ternyata orang Indonesia memang kuat pedas, buktinya cabai yang biasa “dimakan” sehari-hari saja berada di urutan ke-4 cabai terpedas.

Cayenne atau Guinea Pepper

cabai ini namanya Cayenne atau Guinea Pepper atau Bird Pepper. cabai ini adalah cabai merah yang pedas, digunakan untuk bumbu masakan ataupun untuk keperluan medis. Namanya berasal dari kota Cayenne di French Guiana. cabai ini digunakan untuk masakan pedas, baik dalam bentuk utuh ataupun bubuk. Bahkan cabai ini juga digunakan untuk herbal.

Serrano Pepper

cabai ini juga dari Meksiko, di daerah pegunungan Meksiko. Rasa pedasnya menggigit, lebih pedas dari jalapeño, dan biasanya dimakan mentah – mentah. Bentuknya memang mirip dengan cabai rawit dari Indonesia, tapi ini adalah spesies yang berbeda.

Baca: Siap-siap Berburu Diskon, Ini Daftar E-Commerce yang Semarakkan Pesta Diskon 11.11

Anaheim Pepper

Nama Anaheim sebenarnya adalah nama sebuah daerah. Nama itu diberikan karena ada seorang petani bernama Emilio Ortega yang membawa benih cabai ini ke daerah Anaheim pada awal tahun 1900. Sebutan lainnya adalah California Chile atau Magdalena. Varietas cabai ini yang tumbuh di New Mexico memiliki tingkat kepedasan yang lebih tinggi, yaitu sekitar 4500 sampai 5000 Scoville units.

Pimento atau cabai cheri

Pimento atau cabai cheri adalah cabai yang besar, merah berbentuk seperti hati, panjang antara 7 – 10 cm lebar 5-7 cm. Daging buahnya termasuk manis, berair, dan lebih beraroma dibandingkan dengan paprika merah. Namum beberapa varietas dari pimento ini cukup pedas. Pimento atau pimentão sendiri adalah bahasa Portugis dari “bell pepper”.

Bell Pepper atau Paprika

Bell pepper atau umumnya disebut Paprika ini biasanya terdapat dalam 4 warna, yaitu merah, kuning, hijau, oranye. Bell Pepper kadang dikelompokkan ke dalam cabai yang kurang pedas atau “sweet peppers”. Namun terdapat paprika langka berwarna putih dan ungu, tergantung dimana mereka ditanam dan dari varietas apakah mereka. Paprika hijau berasa lebih pahit dibandingkan dengan paprika merah, kuning atau oranye.

Cabai Gendol / Gendot, Habanero (Capsicum chinense)

Cabai Gendol adalah salah satu spesies cabai dari Capsicum. Cabai ini berasal dari semenanjung Yucatan. Cabai ini sangat pedas bahkan melebihi pedas cabai rawit. Tingkat kepedasan cabai habareno mencapai 100.000-350.000 skala Scoville. Di Indonesia Cabai jenis ini di jawa barat dinamakan Cabai Gendot atau Cabai Bendot sedang di jawa tengah dinamakan Cabai Gendol. Dinamakan cabai gendol karena bentuk cabai ini yang bengkak atau mengembung.

Untuk penanaman di Pulau Jawa sendiri persebaran cabai ini sebatas perkebunan di sekitar bandung dan di sekitar dieng Jawa Tengah. Penghasil cabai gendol yang terbesar di dunia adalah Meksiko, yang tumbuh di Yucatan, Campeche, dan Quintana Roo, meskipun ada perkebunan komersial di Belize, Kosta Rika, Texas dan California.

Baca: Gara-gara Suntik Silikon ke Alat Vital, Seorang Pria Australia Meninggal

Cabai Setan

Cabai Setan adalah cabai terpedas di dunia. Cabai ini berasal dari timur laut India (Assam, Nagaland dan Manipur ) dan Bangladesh. Pada tahun 2006 diumumkan oleh Guinness World Records sebagai cabai terpedas di dunia dengan tingkat kepedasan mencapai 1.001.304 skala Scoville. Hal ini berarti jauh lebih pedas dari cabai rawit. Bentuk cabai ini keriput dan ukurannya gemuk kecil. Penduduk Assam percaya bahwa banyak makan cabai Bhut Jolokia dapat membantu memerangi penyakit rematik, kanker, rematik, osteoporosis, menurunkan tekanan darah dan kolesterol. cabai sendiri mengandung vitamin A, C, Kalium, Magnesium, dan Besi yang membantu mencegah penggumpalan darah, menghilangkan plak dari arteri, menyembuhkan luka, dan menangkal flu.

Cabai Jalapeño (Capsicum annuum)

Cabai Jalapeño merupakan cabai yang berasal dari Meksiko. Cabai ini memiliki rasa pedas yang kuat menggigit. Karena itu biasanya dijual dalam bentuk acar dalam kemasan botol kaca. Tiriskan cabai hingga agak kering lalu cincang kasar. Cabai jenis ini memiliki tingkat kepedasan 2.500 - 8.000 Skala Scoville. Nama Jalapeno ini diambil dari nama ibu kota Veracruz, Meksiko.

Cabai merah Besar (Capsicum Annuum L)

Cabai Merah Besar merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker.

Cabai Keriting

Cabai Keriting merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas.

Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker (Kilham 2006 : Bano & Sivaramakrishnan 1980).

Cabai Numex Twilight (Bolivian Rainbow)

Cabai Numex Twilight adalah salah satu varietas yang paling tidak biasa cabai dikembangkan di New Mexico State University (yang menciptakan semua "NuMex" . tumbuh sekitar 18 inci tinggi, dan berbuah diawali yang berwarna ungu, kemudian berubah ke kuning dan oranye, sampai menjadi merah bila sudah masak, menghasilkan efek pelangi diatas daun tanaman nya yang hijau.

Cabai Rawit

cabai Rawit adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird's eye chili pepper. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada varietas cabai lainnya, ia dianggap cukup pedas karena kepedasannya mencapai 50.000 - 100.000 pada skala Scoville.

Baca: Menembus Batas Ruang & Waktu, Media Sosial Wadah Ampuh untuk Literasi Keuangan

Cabai kathur (Capsicum frutescens)

Cabai Kathur adalah cabai yang buahnya tumbuh menjulang menghadap langit (ngathur, Jawa red). Warnanya hijau sewaktu muda dan jika telah masak berwarna merah tua. Bila ditekan terasa keras karena jumlah bijinya sangat banyak. Kadar airnya rendah sehingga dapat disimpan hingga 12 hari setelah dipetik serta tahan pengangkutan jarak jauh. Petani akan mulai memanen 60 hari setelah tanam dan berlangsung hingga 14 bulan kalau perawatan intensif masa panen lebih lama lagi. Masa panen yang panjang sangat menguntungkan petani karena dapat menikmati hasil penjualan. Di tingkat konsumen harganya pernah mencapai Rp20,000/kilogram saat pasokan cabai rawit kosong. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengaku Pecinta Pedas? Ini Nih, Fakta Unik Sensasi Pedas

Editor: Nolpitos Hendri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved