Padang

Dr Boyke: 85 Persen Gay Adalah Pria Macho, yang Gemulai Belum Tentu LGBT

Dr Boyke, menyebut 85 persen gay merupakan pria dengan tampilan macho, dan 15 persen merupakan pria yang gemulai.

Dr Boyke: 85 Persen Gay Adalah Pria Macho, yang Gemulai Belum Tentu LGBT
Tribun Pekanbaru/Riki Suardi
Dr H Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dr H Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS atau yang dikenal sebagai dr Boyke, menyebut bahwa 85 persen gay merupakan pria dengan tampilan macho, dan 15 persen merupakan pria yang gemulai.

"Bahkan yang gemulai itu belum tentu dia gay atau LGBT," kata dr Boyke kepada tribunpadang.com saat ditemui usai menjadi pemateri pada Seminar Kesehatan Nasional yang ditaja STIKes & STIFI Perintis Padang, Sabtu (10/11/2018).

Baca: Tema Express Lunch, Fox Harris Hotel Tawarkan Hidangan Makan Siang Puas Rp 75 Ribu

Begitu juga dengan lesbian. Pemilik rumah digital boykepedia.com itu menyebut bahwa 85 persen lesbian juga berasal dari wanita feminim dan 15 persen, baru wanita tomboy.

"Sama dengan gay, belum tentu juga yang tomboi itu lesbian," ujarnya.

Sebagian besar LGBT, sebut Boyke, berasal dari boarding school (sekolah berasrama,red) yang membatasi anak remaja perempuan bertemu dengan remaja laki-laki, begitu juga sebaliknya. Padahal, masa remaja adalah masa pubertas yang paling rawan.

Menurutnya, mereka yang sekolah di boarding school laki-laki semua atau perempuan semua, bisa menimbulkan ketertarikan dengan sesama jenis.

Baca: VIDEO: Live Bola Manchester City vs Manchester United Pekan 12 Liga Inggris, Ini Cara Nonton di HP

Seperti anak laki-laki misalnya, itu ada juga yang cakep dan wajahnya mirip perempuan. Demikian juga dengan anak perempuan, ada yang tomboi.

"Jadi, jangan dipasah-pisah. Ada yang bilang ke saya, gak bisa ini diterapkan di boarding school dok, kita hanya terima perempuan semua atau laki-laki semua. Menurut saya gak bisa seperti itu, karena mereka sesama jenis bisa membuat mereka saling ketertatikkan. Ini yang menyebabkan LGBT," bebernya.

Kemudian kepada orang tua, Boyke menyebut jangan larang anak-anak remaja untuk pacaran, karena hormon usia remaja menunjukan saling ketertarikan dengan lawan jenisnya.

Halaman
123
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved