Berita Riau

Dianggap Paling Rawan, Bawaslu Riau Fokus pada Tiga Potensi Pelanggaran Ini

Dianggap paling rawan terjadi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau fokus pada tiga potensi pelanggaran ini

Dianggap Paling Rawan, Bawaslu Riau Fokus pada Tiga Potensi Pelanggaran Ini
Tribun Pekanbaru/Alexander
Dianggap Paling Rawan, Bawaslu Riau Fokus pada Tiga Potensi Pelanggaran Ini 

Dianggap Paling Rawan, Bawaslu Riau Fokus pada Tiga Potensi Pelanggaran Ini

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dianggap paling rawan terjadi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau fokus pada tiga potensi pelanggaran ini.

Menghadapi Pemilu 2019, Bawaslu Riau menyadari akan banyak potensi pelanggaran yang akan terjadi, apalagi dalam penerapan aturan baru di Pemilu kali ini.

Baca: Bukan Dihentikan, Ternyata Ini yang Terjadi Terkait Anggaran Makan dan Minum Siswa SMAN Plus Riau

Baca: Jadwal Live Bola Piala AFF Suzuki Cup 2018 Timor Leste Vs Filipina, Sabtu 17 November 2018

Bawaslu Riau fokus untuk 3 hal dalam menimalisir pelanggaran Pemilu tersebut, di antaranya adalah, money politik, netralitas Aaparatur Sipil Negara (ASN), ujaran kebencian serta isu suku, agama dan ras (SARA).

"Karena itu, tiga faktor ini yang menjadi prioritas kita dalam menekan pelangaran Pemilu nanti. Sehingga dengan adanya pengawasan itu, maka pelangaran pemilu bisa diteken sedemikian rupa," kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, saat membuka kegiatan sosialisasi pengawasan Pemilu tahun 2019, di Grand Suka Hotel, Pekanbaru pada Kamis (15/11/2018).

Turut hadir dalam acara sosialisasi itu anggota Bawaslu Riau, Hasan Msi, Amirudin Sinjaya, sejumlah jajaran sekretariat Bawaslu Riau, serta wartawan, baik dari media cetak, elektronik serta online.

Baca: Biaya Makan dan Minum Siswa SMAN Plus Riau Dihapuskan, Disdik Lakukan Ini

Baca: 2 Pelaku Curat dengan Target Rumah Kosong Ditangkap Polisi, Dua Tersangka DPO

Dikatakan Rusidi, sebagai pihak pengawasan Pemilu, tentunya peran serta dari semua pihak, terutama dari media.

"Sebab peran media sangat penting dalam menjadi kontrol sosial dalam penyelengaraan Pemilu. Kegiatan ini juga bagian dari ruang untuk turut andil dalam memberikan pengawasan Pemilu," jelasnya.

Diakuinya, pihaknya sangat membutuhkan media sebagai partner dalam memberikan informasi ke masyarakat, tentang pengawasan dilakukan Bawaslu Riau, untuk mewujudkan pengawasan Pemilu yang berkualitas, sebagaimana tuntutan undang-undang.

"Karena itu, kami membuka informasi seluas-luasnya informasi kepada wartawan. Bawaslu juga merasakan manfaat kerjasama yang baik hubungan harmonis dengan insan pers, dalam mengawal pelaksanaan pemilu," imbuhnya. (*)

Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved