Rokan Hulu

INFORMASI CPNS 2018 Rokan Hulu, Ini Syarat Bisa Mengikuti SKB Berbasis CAT

Informasi bagi CPNS di Kepulauan Meranti, walau sudah mencapai passing grade pada SKD berbasis CAT belum tentu bisa mengikuti SKB berbasis CAT

INFORMASI CPNS 2018 Rokan Hulu, Ini Syarat Bisa Mengikuti SKB Berbasis CAT
Tribunpekanbaru
Ilustrasi - Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2018 

INFOrmasi CPNS 2018 Kepulauan Meranti, Ini Syarat Bisa Mengikuti SKB Berbasis CAT

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Guruh Budi Wibowo

TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG - Informasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kepulauan Meranti, walau sudah mencapai passing grade pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) belum tentu bisa mengikuti Seleksi Komptensi Bidang (SKB) berbasis CAT.

Hal ini disebabkan regulasi atau aturan yang dikeluarkan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018, yang rencananya hanya akan mengambil tiga pelamar CPNS 2018 yang nilainya paling tinggi.

Baca: Sekdaprov Riau Sebut Kelapa Sawit Merusak Alam Riau dan Membuat Riau Gersang

Baca: Hasil Persija Vs Persela 3-0, Persija Dekati Puncak Klasemen dan Gelar Juara Liga 1 2018

"Informasi dari Panselnas seperti itu. Misalnya, jabatan A memiliki pelamar yang memenuhi passing grade sebanyak 20 orang, sedangkan formasinya hanya 1 orang. Panselnas hanya akan mengambil tiga orang saja yang nilainya paling tinggi untuk mengikuti SKB," ujar Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Bakharuddin kepada Tribunrohul.com pada Selasa (20/11/2018).

Sementara, pelamar CPNS yang sudah mengikuti SKD berbasis CAT tapi tidak mencapai passing grade bisa mengikuti SKB, tapi dengan sistem rangking.

Dalam sistem ranking tersebut, hanya peserta yang memilki skor tertinggi saja yang berhak mengikuti SKB.

Baca: Jadwal SKB CPNS 2018 di Kepulauan Meranti Riau Diundur, Pengumuman Hasil TKD Segera Dilakukan

Baca: Remaja 13 Tahun Hamil 7 Bulan di Inhil, Sang Ibu Tabah dan Pasrah, Ada Kisah Menyakitkan Dibaliknya

"Skor tersebut merupakan akumulasi dari nilai TWK, TIU dan TKP. Jika nilai akumulasinya tinggi bisa jadi peserta tersebut diikutsertakan dalam SKB," ujar Bakharuddin.

Namun, kata Bakharuddin, sistem rangking tersebut tidak akan mempengaruhi peserta lainnya yang telah lulus passing grade murni.

Sebab, sistem rangking digunakan bagi formasi yang kosong saja.

"Tak ada peserta yang dirugikan dengan sistem ini. Dalam pemilahan peserta dalam sistem ini, Panselnas pasti akan berhati-hati dan sangat teliti," ujar Bakharuddin. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved