Ini Penyebab Harga TBS di Riau Turun di Tingkat Petani Swadaya, Sentuh Angka Rp 600 per Kg

Anjloknya harga sawit tentu membuat petani kelimpungan bahkan tak bisa menutupi biaya pemeliharaan kebun.

Ini Penyebab Harga TBS di Riau Turun di Tingkat Petani Swadaya, Sentuh Angka Rp 600 per Kg
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Semakin Membuat Petani Menjerit. ni Penyebab Harga TBS di Riau Turun di Tingkat Petani Swadaya 

Anjloknya harga sawit tentu membuat petani kelimpungan bahkan tak bisa menutupi biaya pemeliharaan kebun.

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani swadaya di Riau, beberapa waktu belakangan ini terus mengalami penurunan.

Anjloknya harga sawit tentu membuat petani kelimpungan bahkan tak bisa menutupi biaya pemeliharaan kebun.

Seperti di Kabupaten Indragiri Hulu, serta rokan hulu, harga sawit saat ini berkisar di angka Rp 600 sampai dengan Rp 800 untuk penjualan ke RAM Sawit atau pengepul.

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu menjelaskan, rendahnya harga TBS kelapa sawit di tingkat petani swadaya disebabkan oleh faktor hasil panen TBS petani yang tidak langsung dijual kepada Perusahaan Kelapa Sawit (PKS).

"Petani swadaya ini mereka menjual kepada pengepul. Pengepul pasti mengambil harga yang lebih rendah dari penetepan harga Dinas Perkebunan karena mereka ada biaya juga seperti transportasi dan lain sebagainya sebelum sampai ke PKS. Itu yang membuat harga TBS di tingkat petani swadaya menjadi sangat rendah," ungkap Neni, Selasa (20/11/2018).

Neni pun menerangkan, beberapa waktu belakangan ini harga TBS di Riau memang terus mengalami penurunan.

Bahkan penetapan harga mingguan oleh dinas masih terbilang rendah dan belum sesuai dengan harapan para petani.

Baca: Petani Sawit di Inhu Menjerit, Harga Sawit Rp 600 per Kilogram

Baca: Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Semakin Membuat Petani Menjerit

Baca: Sekdaprov Riau Sebut Kelapa Sawit Merusak Alam Riau dan Membuat Riau Gersang

"Memang harga TBS sawit yang kita tetapkan setiap minggunya beberapa waktu belakangan ini terus mengalami penurunan. Penetapan harga mingguan itu memang untuk di tingkat petani mitra PKS. Kalau ditingkat ini sudah rendah, tentu di tingkat petani swadaya memang jauh di bawah itu, karena penjualannya tidak langsung, harus melalui pengepul dulu dan lain-lain," ujar Neni.

Menyoal terkait faktor apa saja yang memperngaruhi penetapan harga TBS kelapa sawit Riau dari minggu ke minggu, Neni menjelaskan, yakni faktor internal dan eksternal.

Melalui analisa dan kajian yang dilakukan oleh analis DTPHP Provinsi Riau, diperoleh dan ditetapkanlah harga untuk satu periode yang berlaku selama tujuh hari.

"Pertama kita analisa dulu di internal, dimana harga TBS kita tetapkan berdasarkan kondisi harga jual minyak sawit mentah atau CPO (crude palm oil) dan karnel dari beberapa perusahaan yang memberikan data ke kita. Kalau harga CPO dan karnel di perusahaan turun pada periode minggu ini, maka periode minggu berikutnya harga TBS juga akan turun," paparnya.

Baca: Upah Bongkar Muat Naik 13-15 Persen, Segini Upah Bongkar Muat Buah Kelapa Sawit

Baca: VIDEO: Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi Lengkap Oppo A7X

"Sedangkan faktor eksternal salah satunya kita melihat dari harga minyak sawit mentah atau CPO dunia dan pasokannya. Penurunan harga minyak dunia memang cenderung menekan harga CPO di Riau. Kalau CPO sudah tertekan, maka TBS harganya pun ikut tertekan," jelasnya. (*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved