Bono Surfing

Ombak Bono 2018 di Pelalawan Sedang Berlangsung, Ini Fakta Gelombang Tujuh Hantu/Seven Ghost Itu

Gelombang Bono terdapat di Sungai Kampar, Kelurahan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ilmiahya Gelombang Bono disebut juga tidal bore

Ombak Bono 2018 di Pelalawan Sedang Berlangsung, Ini Fakta Gelombang Tujuh Hantu/Seven Ghost Itu
Tribunpekanbaru/Johanes
Pemecahan rekor berselancar terpanjang diatas Ombak Bono ,Sungai Kampar, Teluk Meranti. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - PELALAWAN - Sejak pertama kali gelombang Bono (tidal bore) ditemukan, semakin banyak peselancar nasional dan internasional yang telah mencoba dahsyatnya gelombang tujuh hantu (seven ghost) ini.

Gelombang Bono terdapat di Sungai Kampar, Kelurahan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Gelombang Bono atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan tidal bore, adalah gelombang yang terjadi di Sungai Kampar.

Gelombang muncul karena pertemuan arus pasang air laut dengan arus pasang air sungai pada waktu tertentu ditambah dengan adanya penyempitan pertemuan arus dikarenakan sebuah pulau muda yang membelah Sungai Kampar tepatnya di bagian muara sungai.

Gelombang ini juga terkenal dengan sebutan Seven Ghost (Gelombang Tujuh Hantu) karena gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh gelombang berurutan dan menciptakan kubah (barrel) seperti layaknya ombak laut.

Beberapa peselancar internasional yang sudah pernah mencoba berselancar dengan gelombang Bono berasal dari negara Perancis, Brasil, Inggris, Jerman, Kanada, Belgia, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan lainnya.

Baca: Ini Jadwal Ombak Bono 2018, Jangan Lupa Saksikan Keganasannya

Baca: Bono Surfing Riau di Teluk Meranti Dimulai Hari Ini, Bekudo Bono Jadi Puncak Bono Surfing

Baca: Dimulai Pertunjukan Seni dan Budaya, Event Bono Surfing akan Dihadiri Deputi Kemenpar

Bahkan perusahaan dunia sekelas Rip Curl juga telah melakukan ekspedisi di Gelombang Bono ini pada Maret 2011 yang lalu.

Durasi gelombang Bono ini dapat menempuh hampir 30 sampai 40 kilometer dengan waktu tempuh berkisar antara 1,5 jam sampai 2 jam yang diawali dari Pulau Muda sampai dengan Teluk Binjai di Sungai Kampar.

Pariwisata Bono memiliki keunikan yang akan selalu dicari para pencita olahraga ekstrem, sehingga festival tersebut perlu dikembangkan dengan lebih banyak melibatkan masyarakat dan budaya setempat.

Baca: BREAKING NEWS : Festival Perang Air Jadi Festival Pariwisata Terpopuler 2018

Baca: 3 Kemungkinan Ending Drama Korea The Smile Has Left Your Eyes, Tragis Seperti Drama Asli atau Beda?

Halaman
12
Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved