Indragiri Hilir

Pedagang Pasar Terapung Inhil Keluhkan Harga Kelapa Tak Kunjung Stabil, Rp 600 per kg di Petani 

Harga kelapa sebelumnya berkisar Rp. 2.700 - Rp. 3.700 per kg ditingkat petani, hingga pada saat ini hanya berkisar Rp. 600 - Rp. 800 Per kg

Pedagang Pasar Terapung Inhil Keluhkan Harga Kelapa Tak Kunjung Stabil, Rp 600 per kg di Petani 
Tribunpekanbaru/T.Muhammadfadhli
Masyarakat Inhil sedang beraktivitas di kebun kelapa. Harga kelapa yang belum stabil membuta resah pedagang 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com,T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Belum stabil dan cenderung turunnya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya para pedagang.

Dampak dari turunnya harga kelapa ini membuat daya beli masyarakat juga berkurang sehingga para pedagang sangat merasakan dampak ini.

Kabupaten Inhil memang diketahui sebagai daerah penghasil kelapa terbesar dengan penduduk yang banyak bergantung dari sektor kelapa.

“Sepi sekarang yang belanja sejak kelapa turun ni, memang susah sekarang ni,” ujar Rusli seorang pedagang daging di Pasar Terapung (Selodang Kelapa) Tembilahan kepada Tribun Pekanbaru baru – baru lama ini.

Menurut Rusli, semua pedagang khususnya di Pasar Terapung mengeluhkan sepinya pembeli tidak seperti biasanya bila harga kelapa stabil.

Kelapa masyarakat di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kateman,
Kelapa masyarakat di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kateman, (Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli)

“Semuanya (pedagang) mengeluhkan ini, cobalah tanya. Kita harap ada tindakan terhadap ini, karena kalau terus – terusan seperti ini kasian juga pedagang dan masyarakat,” imbuhnya.

Tidak hanya di pasar, Kondisi sulit perkelapaan membuat para petani mulai mencari sumber penghasilan baru atau mencoba peruntungan profesi baru.

Baca: MIRIS! Harga TBS Kelapa Sawit di Rakit Kulim Rp 880 per Kilogram, Petani Hanya Terima Rp 250

Baca: Sekdaprov Riau Sebut Kelapa Sawit Merusak Alam Riau dan Membuat Riau Gersang

Baca: Bikin Tercengang, Ini Luas Kebun Kelapa Sawit di Riau Hingga Tahun 2018

Burhanuddin menjelaskan, harga minyak kelapa (CCO) yang anjlok berimbas kepada turunnya harga kopra petani.

“Semakin sulit, kerja tak cukup untuk makan bbanyak petani kelapa yang beralih ke pinang hingga menjadi buruh di kebun kelapa sawit,” ungkap petani Inhil ini kepada Tribun Pekanbaru, Rabu (21/11/2018).

Halaman
123
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved